Kepala Sekolah di Bengkulu Bantah Keluarkan Siswinya dari Sekolah Karena Menghina Palestina

Eka memberikan penjelasan terkait kabar pemberhentian seorang siswi yang menghina Palestina di media sosial TikTok.

Kompas.TV
Siswi di Bengkulu dikeluarkan dari sekolah lantaran menghina Palestina. 

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang siswi di Bengkulu terpaksa harus menerima sanksi dikeluarkan dari sekolah lantaran menghina Palestina.

Siswi SMA berinisial MS mengatakan kalimat-kalimat kasar lewat media sosial TikTok.

Dikutip dari tayangan Kompas TV, sanksi yang diterima oleh MS merupakan hasil rapat dari pihak sekolah dengan Dinas Pendidikan Bengkulu Tengah, Koramil, Polsek setempat, serta orang tua pelaku.

MS pun sempat dipanggil oleh Kepolisian Resor Kabupaten Bengkulu Tengah untuk klarifikasi.

Dari hasil pertemuan yang melibatkan orang tua, pihak sekolah, dan tokoh masyarakat setempat, oknum pelajar itu menyatakan permintaan maaf dan mengaku menyesali perbuatannya.

"Saya minta maaf sebesar-besarnya terutama negara Palestina, warga negara Indonesia, saya siap menerima resiko dari perbuatan saya ini," ujarnya.

Kepala SMA Negeri 1 Bengkulu Tengah Eka Saputra mengklarifikasi bahwa pihaknya tak pernah memberhentikan siswi yang menghina Palestina di TikTok.
Kepala SMA Negeri 1 Bengkulu Tengah Eka Saputra mengklarifikasi bahwa pihaknya tak pernah memberhentikan siswi yang menghina Palestina di TikTok. (KOMPAS.com/FIRMANSYAH)

Kepala Sekolah Bantah Keluarkan Siswinya Karena Hina Palestina

Kepala SMA Negeri 1 Kabupaten Bengkulu Tengah Eka Saputra menggelar konferensi pers pada Kamis (20/5/2021).

Eka memberikan penjelasan terkait kabar pemberhentian seorang siswi yang menghina Palestina di media sosial TikTok.

Eka Saputra menjelaskan bahwa pihak sekolah tidak pernah mengeluarkan pernyataan tentang pemberhentian atau drop out siswi tersebut.

"Bahwa mengenai kasus video viral mengenai anak didik kami, saya tidak pernah ucapkan, mengeluarkan atau men-drop out anak tersebut," ujar Eka kepada wartawan, Kamis.

Menurut Eka, setelah kejadian tersebut, siswi yang bersangkutan diminta untuk sementara tidak sekolah untuk mendapat bimbingan orangtua.

"Untuk saat ini, karena masih Covid-19, ananda itu kami kembalikan dulu ke orangtuanya untuk dibina, karena kami khawatir psikologisnya terganggu dengan pemberitaan yang begitu besar," kata Eka.

Rencana pindah sekolah

Sementara itu, mengenai rencana orangtua siswi untuk memindahkan anaknya ke sekolah lain, Eka mengatakan, pihak sekolah akan membantu semaksimal mungkin.

Bahkan termasuk apabila siswi dan orangtua memutuskan untuk tidak pindah. Dengan begitu, tidak ada siswi yang putus sekolah.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved