Kawah Raksasa Kuburan KRI Nanggala-402 Bersama 53 Krunya, tak Mampu Dideteksi Kapal China

Kapal China Tan Soe Er Hao-2 menemukan kawah raksasa berdiameter 38 meter dan kedalaman hingga 15 meter yang diduga tempat badan KRI Nanggala-402.

Editor: Tariden Turnip
tni al
Kawah Raksasa Kuburan KRI Nanggala-402 Bersama 53 Krunya, tak Mampu Dideteksi Kapal China. Layar tangkap rekaman puing KRI Nanggala-402 yang diambil kapal China. Tampak anjungan KRI Nanggala-402 

"Badan liferaft KRI Nanggala, posisinya sekarang, sudah kami simpan dengan baik sebagai bukti bahwa kapal-kapal dari negara sahabat kita, dari Tiongkok sudah melaksanakan tugasnya," kata Iwan.

Namun belum semua bagian KRI Nanggala-402 yang sudah ditemukan bisa diangkat kapal China.

Seperti bagian sail section atau anjungan belum bisa terangkat meski posisinya sudah ditemukan.

"Sudah beberapa kali Tan Suo-2 (kapal milik China,-Red) mencoba melakukan pengangkatan sail atau anjungan. Mereka memperkirakan bahwa beratnya anjungan lebih kurang 18 ton. Diangkat dengan menggunakan slink ternyata tidak mampu, putus, sehingga mereka mengkalkulasi ulang," kata Iwan.

Kapal selam mini yang diterjunkan China mencari puing KRI Nanggala-402
Kapal selam mini yang diterjunkan China mencari puing KRI Nanggala-402 (facebook)

Iwan mengatakan, penyebab pasti tenggelamnya KRI Nanggala-402 sejauh ini masih menjadi misteri.

Namun, Iwan menegaskan, tidak terjadi ledakan di KRI Nanggala-402 sebelum kapal buatan Jerman itu dinyatakan hilang kontak di perairan utara Bali.

"Kalau meledak kapal-kapal kami yang mempunyai kemampuan sonar mendengarkan suara dalam air pasti mendengar," kata Iwan.

Menurut Iwan, berdasarkan pengalaman latihan penembakan torpedo sebelumnya, daerah di luar area penembakan sudah dijaga oleh kapal-kapal yang mempunyai kemampuan untuk mendeteksi suara di dalam air.

Namun, saat latihan KRI Nanggala-402 digelar, tak ada suara ledakan yang terdeteksi.

"Sehingga ini murni kecelakaan bukan meledak karena pengaruh yang lain," kata Iwan.

Misteri Belum Terpecahkan 

Di tengah situasi ketidakpastian itu, Iwan mengaku tim investigasi masih terus mencari penyebab tenggelamnya KRI Nanggala-402.

"Bapak KSAL sudah menerjunkan tim investigasi dan sejak beberapa hari yang lalu sudah melaksanakan tugasnya, dan menunggu apa yang dicapai oleh tim investigasi tersebut sehingga mohon dengan sangat tidak menerka apa penyebabnya," ujarnya.

Secara umum, lanjut Iwan, kemampuan menyelam kapal KRI Nanggala maksimal 500 meter.

Apabila terjadi blackout, kapal tenggelam dengan kecepatan 100 meter per 10 detik.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved