KKB Papua
Praka Rafles Tertembak, Teringat Pesan Lekagak Telenggen Tembak Guru dan Tentara
Lekagak menjelaskan, TPNPB Kodap VIII Kemabu Intan Jaya telah menembak mati dua orang yang pihaknya klaim sebagai anggota TNI.
TRIBUN-MEDAN.com - Seorang prajurit TNI yang juga personel Satgas Nemangkawi tertembak dalam kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua pimpinan Lekagak Telenggen.
Peristiwa ini terjadi di Kabupaten Puncak, Papua, pada Selasa (18/5/2021) pagi.
Personel gabungan Satgas Nemangkawi terus mendesak KKB Papua pimpinan Lekagak Telenggen.
Sebelumnya, Satgas Penegakan Hukum Operasi Newangkawi menyebutkan, dua anggota KKB tewas dalam kontak senjata dengan pasukan TNI dan Polri di wilayah Kampung Wuloni, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, pada Kamis (13/5/2021).
Satgas Nemangkawi juga berhasil menguasai 2 kamp yang sebelumnya menjadi markas Lekagak Telenggen.
Baca juga: Pertempuran Sengit di Subuh, TNI-POLRI Versus Teroris (KKB) di Papua, Dua Orang Tewas
Kini, Satgas Nemangkawi semakin mendekat ke markas Lekagak Telenggen di Kampung Makki, Distrik Ilaga Utara. Di dekat tempat itu, kontak senjata terjadi.
Kepada wartawan, Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri memberikan keterangan di Jayapura, Selasa.
"Dari informasi, mereka (Satgas Nemangkawi) sudah tiba di pintu masuk, tinggal masuk saja. Kejadian jam 06.20 WIT di Kampung Makki, jadi kita sudah dekat ke markasnya mereka," ujar Mathius D Fakhiri.
Dalam kontak senjata itu, seorang personel Satgas Nemangkawi, Praka Rafles, tertembak. Praka Rafles mengalami luka di bagian kaki.
"Seorang anggota kita terkena tembakan di kaki bagian lutut atas," kata dia. Fakhiri memastikan, aparat keamanan berusaha mengevakuasi prajurit yang terluka itu dari lapangan.
Baca juga: BERITA KKB PAPUA HARI INI Jenazah Anggota KKB Papua Yang Tewas Dalam Baku Tembak Diidentifikasi
Selain itu, ia juga sudah meminta personel di lapangan bersabar dan tidak tergesa-gesa melakukan penindakan.
"Kita terus berupaya melakukan pengejaran terhadap kelompok ini dan tetap melakukan pengepungan pagar betis, kita tidak akan membuat celah sedikit pun kepada mereka untuk bisa kembali melakukan aksi-aksi lagi di Kabupaten Puncak.
Saya sudah sampaikan berulang kali kepada anggota untuk tidak terpancing, kita akan berusaha mengevakuasi korban," kata Fakhiri.
Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Brigadir Jenderal Rusdi Hartono membeberkan banyak anggota KKB yang selama ini menyamar sebagai penduduk lokal di wilayah Papua.
"Kelompok-kelompok ini sering masuk ke penduduk. Menyamar-menyamar dengan penduduk, sering masuk ke penduduk-penduduk, nyamar dia," kata Rusdi kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Senin (26/4/2021).
Hal lain yang dilakukan KKB sehingga pihak kepolisian seringkali kesulitan dalam menjangkau lokasi-lokasi yang biasa menjadi titik kontak senjata. Pasalnya, wilayah di sana seringkali dipahami oleh KKB.
"Mereka selalu berusaha bagaimana pengejaran-pengejaran dilakukan oleh aparat keamanan mereka bisa lolos," tambahnya.
Baca juga: Pentolan KKB Papua Lekagak Telenggen Tewas, Pelaku Penembakan Anggota Brimob Bharada Komang
Lekagak Telenggen saat ini menjadi salah satu pimpinan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB - OPM) yang diburu TNI - Polri.
Daftar perbuatan onarnya sudah sangat panjang. Sebanyak empat peristiwa penembakan yang dilakukan KKB Papua terhadap masyarakat sipil selama April 2021. Mulai dari penembakan hingga pembakaran gedung sekolah.
Terakhir, KKB Papua melakukan penembakan terhadap Kepala Badan Intelijen Nasional Daerah (Kabinda) Papua, Brigadir Jenderal TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha.
Lekagak Telenggen menyatakan bertanggung jawab atas tewasnya dua orang guru di distrik Beoga pada awal April 2021.
Meski mengakui perbuatannya itu, dia mengklaim bahwa korbannya adalah anggota TNI yang menyamar sebagai guru.
Pernyataan ini disampaikan Lekagak melalui keterangan tertulis yang dibagikan kepada pers pada Sabtu (10/4/2021).
Baca juga: Kronologi 2 Anggota TNI Gugur Diserang 20 Orang Diduga KKB, Dikeroyok hingga Senjatanya Dirampas
Lekagak menjelaskan, TPNPB Kodap VIII Kemabu Intan Jaya telah menembak mati dua orang yang pihaknya klaim sebagai anggota TNI.
“Yang dapat tembak seorang guru. Tanggal 8 April 2021 jam 09:35 kami TPNPB yang tembak. Dia seorang guru dan juga tentara. Itu kami pastikan setelah kami dapat dia punya pakean. Dia dari kesatian 757 pangkatnya balok dua maka kami tembak. Dia menyamar jadi guru," kata Lekagak.
Selajutnya kata Lekagak, pada 9 April, penembakan berlanjut dengan melakukan serangan ke pos polisi jam 3 sore. “Kami TPNPB serang pos polisi. Dua anggota polisi dapat tembak,” katanya.
Lekagak sebagai komandan operasi umum TPNPB di seluruh tanah Papua meminta kepada Indonesia untuk tidak kejar masyarakat sipil tetapi kejar TPNPB.
Dia juga meminta agara TNI-Polri tidak menembak masyarakat.
Baca juga: Malam-malam TNI-Polri Baku Tembak Dengan KKB, Praka Rafles Masih Sadar Tertembak di Lutut
“Kami yang tembak mati. Jadi kalau mau perang itu lawan kami. Jangan kejar masyarakat, Kami bertanggung jawab terhadap penembakan itu.
Kami lakukan penembakan karena kami dapat laporan dari PIS dan bukti seperti pakaiannya korban," kata Lekagak.
Lekagak menambahkan, pihaknya tidak akan membiarkan siapa pun, orang Papua dan non-Papua yang menyamar sebagai tukang ojek, guru, tukang bangunan dan jadi informan untuk TNI-Polri.
“Di setiap kota konflik seperti di Intan Jaya, Ilaga, Puncak Jaya, Lanny Jaya, Nduga, Yahukimo, Pegunungan Bintang dan di mana saja, tukang ojek, tukang sengsor, tukang bangunan dan guru itu semua mata-mata TNI-Polri. Maka harus hati-hati karena intelijen TPNPB sedang pantau semua," tutup Lekagak.
Baca juga: KKB Tebar Ancaman Jika PBB Acuhkan Permintaan Mereka: Seperti yang Telah Terjadi 60 Tahun!
(*/ Tribun-Medan.com)
Sumber: Fotokita
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/a-lekagak-telenggen-komandan-ope-20210518063417.jpg)