News Video
GUBERNUR Edy Rahmayadi Marah Besar, Tegaskan akan Copot Kadis di Depan Para ASN Gara-gara Hal Ini
Gubernur Edy Rahmayadi marah besar saat melakukan sidak di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Pemprov Sumut, Senin (17/5/2021).
Penulis: Hendrik Naipospos | Editor: Hendrik Naipospos
TRIBUN-MEDAN.COM - Gubernur Edy Rahmayadi marah besar saat melakukan sidak di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Pemprov Sumut, Senin (17/5/2021).
Tiba-tiba mantan Pangkostrad itu meminta seluruh ASN di sana berbaris.
Ia menyampaikan kekecewaannya dengan kondisi Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.
"Kalau saya lihat kantor seperti ini, pantas lah kalau rumah-rumah rakyat tak ada yang jelas," ucap Edy Rahmayadi dilansir dari akun YouTube Info Sumut.
"Jangankan perumahan rakyat, kantor kalian pun gak karu-karuan ini saya lihat," sambungnya.
Tak sampai di situ, jika tak ada pembenahan Gubernur Edy Rahmayadi akan mengevalusi kerja Kepala Dinas.
"Saya harus tegur kalian. Kepala Dinas, kalau kau tidak berubah bulan depan ku ganti kau," marahnya.
"Saya butuh orang, yang serius." pungkas Edy Rahmayadi.
Baca juga: Sidak Kantor OPD Usai Lebaran, Gubernur Edy Rahmayadi: Masih Banyak yang Main-main
Baca juga: Kasus Positif Covid-19 Sumut Naik 2 Kali Lipat, Begini Kata Gubernur Edy Rahmayadi
Selain Edy Rahmayadi, Wali Kota Medan Bobby Nasution juga melakukan sidak ke instansi yang dipimpinnya.
Satu di antaranya Kantor Lurah Harjosari II, Jalan Dwikora, Kecamatan Medan Amplas, Selasa (18/5/2021).
Sesampainya di sana, Bobby mendapatkan aduan dari sejumlah warga Lingkungan 17, Kelurahan Harjosari II yang mengaku menjadi korban pungli kepling.
Seorang warga yang mengadu ke Bobby, Hendra Pengeran (32) mengaku sudah lebih dari tiga bulan mengurus Kartu Keluarga (KK) kepada kepling namun tak kunjung selesai.
"Saat pengurusan itu dia minta uang Rp 600 ribu. Katanya itu biaya administrasi dari Dukcapil. Saya kasih dia Rp 700 ribu karena untuk upah dia Rp 100 ribu lagi. Tapi sampai sekarang tidak selesai," ujar Hendra.
Selain mengurus KK, Hendra mengaku juga kesulitan dalam mengurus dokumen yang dibutuhkan untuk bantuan BLT UMKM.
Ia pun dikutip bayaran sebesar Rp 300 ribu oleh oknum Kepling tersebut.
Baca juga: Bobby Nasution Minta Urusan Administrasi Warga Selesai Tujuh Hari
Baca juga: BREAKING NEWS Bobby Nasution Minta Kepling 17 Dicopot saat Sidak Kantor Lurah Harjosari II