Breaking News

Siapa Sebenarnya Baron Rothschild? Sosok yang Buat Orang Yahudi Bisa Dirikan Negara Israel

Muncul pernyataan, bukankah Israel dulunya tak punya tanah. Lalu bagaimana bisa Israel menjadi negara?

afp
Siapa Sebenarnya Baron Rothschild? Sosok yang Buat Orang Yahudi Bisa Dirikan Negara Israel 

TRIBUN-MEDAN.com -  Tahukah Anda, kenapa Israel bisa berdiri bahkan kini diakui sebagai sebuah negara?

Muncul pernyataan, bukankah Israel dulunya tak punya tanah. Lalu bagaimana bisa Israel menjadi negara?

Simak berikut ini penjelasannya kenapa Israel bisa berdiri dan diakui menjadi sebuah negara.

Sosok Baron Rothschild tak asing di telinga kita sebagai salah satu tokoh yang merancang konspirasi global.

Namun hal itu masih sebatas isu dan belum ada pembuktian kuat soal peran sosok yang disebut berasal dari kaum Yahudi itu.

Baca juga: Yordania & Lebanon Serang Israel di Perbatasan, Netanyahu Meradang Kerahkan Semua Senjata

Tetapi sosok ini ternyata punya peran penting hingga disebut-sebut mampu mendirikan negara Israel sampai sekarang ini.

Lalu bagaimana peran Rothschild hingga bisa disebut pendiri negara Israel?

Berawal ketika kekaisaran Ottoman Turki memilih menjadi sekutu Jerman dalam Perang Dunia I (1914-1918).

Artinya, Ottoman Turki berseberangan dengan Inggris dan Perancis yang juga menjadi musuh "alami" Jerman.

Situasi ini diamati dengan baik oleh kelompok Zionis yang semakin kuat, dan juga para pelopor pergerakan nasionalisme Arab.

Baca juga: Anak Palestina Nangis Usai Rumahnya Hancur Akibat Rudal Israel: Kenapa Kami Pantas Menerima Ini?

Kedua kelompok ini melihat peluang mendepak Ottoman Turki dari kawasan Timur Tengah.

Alhasil, keduanya memilih memihak Inggris.

Di sela-sela perang, berbagai upaya diplomatik dilakukan, baik oleh kelompok Zionis maupun Arab demi kepentingan mereka masing-masing.

Baca juga: Jihadis Palestina Pamerkan Roket Raksasa yang Siap Hancurkan Pertahanan Israel

Urban Area__ Foto keluarga Rothschild.
Urban Area__ Foto keluarga Rothschild. ()

Salah satunya adalah korespondensi Pemimpin Mekkah Hussein bin Ali dengan Komisioner Tinggi Inggris di Mesir, Sir Henry McMahon.

Inti dari surat-menyurat yang terjadi 1914-1915 itu adalah bangsa Arab berjanji bersekutu dengan Inggris.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved