WANTI-WANTI Perang Dunia III, Kelompok Negara G7 Warning China, Rusia, Korea Utara, dan Iran
Pemerintahan China kembali menaruh curiga kepada aktivitas Amerika Serikat di Laut China Selatan.
Penulis: AbdiTumanggor | Editor: AbdiTumanggor
Filipina telah meningkatkan kehadirannya di daerah-daerah yang diperebutkan di zona ekonomi eksklusif (ZEE), termasuk pulau Thitu, dekat instalasi militer China.
"Kami memiliki pendirian di sini dan saya ingin menyatakannya sekali lagi bahwa kapal-kapal kami berada di sana, kami tidak akan mundur satu inci pun," kata Duterte.
"Saya tidak akan mundur. Bahkan jika Anda membunuh saya. Persahabatan kita akan berakhir di sini," lanjut dia.
Armada Perancis berpatroli di Laut China Selatan (twitter)
China: AS kerap menyewa pihak sipil sebagai mata-mata
Ahli militer China Wei Dongxu, mengatakan kepada Global Times bahwa AS memiliki sejarah menggunakan kapal sipil untuk misi militer.
Kapal khusus ini dapat mendukung Angkatan Laut AS dalam pengintaian dan pengumpulan intelijen di dekat pulau Taiwan.
Dalam tugas mata-matanya, kapal yang disewa bisa melakukan misi pengintaian dan penyadapan dengan mengumpulkan sinyal radio di sekitarnya.
Penjelasannya, kapal mata-mata AS bisa menempatkan perangkat pendeteksi ke laut untuk survei hidrologi atau bahkan menggunakan perangkat sonar untuk melacak aktivitas kapal selam.
SCSPI sebelumnya mengungkapkan bahwa militer AS juga menyewa pesawat pribadi untuk operasi pengintaian jarak dekat di China.
Sebagai contoh, pada 31 Maret 2020 lalu perusahaan AS Tenax Aerospace mengerahkan pesawat pengintai maritim Bombardier CL-604 ke Pangkalan Udara Kadena di Okinawa.
Pesawat tersebut melakukan lebih dari 250 penerbangan pengintai jarak dekat di China sebelum kembali ke AS pada 17 Maret tahun ini.
Kehadiran kapal yang diduga sebagai mata-mata AS ini dipastikan akan meningkatkan tensi keamanan antara kedua negara di kawasan tersebut.
Apalagi jika mengingat bahwa AS dan sekutunya di NATO, bahkan G7, telah menegaskan akan menaruh perhatian serius pada China dan kawasan Indo-Pasifik secara umum.
Tiga kapal induk Amerika: USS Ronald Reagan (CVN-76), USS Nimitz (CVN-68), dan USS Theodore Roosevelt (CVN-71) dalam satu formasi (warzone)
Negara G7 Peringatkan China dan Rusia: Mengacaukan HAM, Ekonomi, dan Demokrasi
Sebelumnya, Amerika dan negara dalam anggota Group of Seven (G7) melayangkan kritik pedas terhadap Rusia dan China pada pertemuan hari Rabu (5/5/2021).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ilustrasi-militer-as_as-lawan-china-dan-rusia.jpg)