Kini Puskesmas Tandang Buhit Balige Rekam Medis Pasien secara Digital, Efektif dan Akurat

Data-data yang sudah terekam dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan bila dibutuhkan secara hukum dan untuk kebutuhan pasien yang bersangkutan.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Randy P.F Hutagaol
Tribun-medan.com/ Maurits Pardosi
Bupati Toba Poltak Sitorus mendapat penuturan dari Kepala Puskesmas Tandang Buhit Balige dr Freddi Seventry Sibarani pada peninjauan perekaman perjalanan sakit pasien pada Senin (10/5/2021). (Tribun-medan.com/ Maurits Pardosi) 

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Kepala Puskesmas Tandang Buhit, Balige dr Freddi Seventry Sibarani menyampaikan bahwa perekaman secara digital riwayat penyakit pasien merupakan berawal dari adanya pelaksanaan akreditasi pelayanan kesehatan.

Ia juga menjelaskan bahwa kerap terjadi hilangnya data para pasien setelah berselang beberapa waktu dan kembali melakukan pengobatan.

JANGAN LEWATKAN BERITA DAN VIDEO MENARIK LAINNYA

Sidang Jual Beli Jabatan Memanas, Kepala MAN 3 Akui Uang Ratusan Juta untuk Tutup Kasus di Kejati

Buntut Perseteruan Bobby Nasution vs Edy Rahmayadi, Ternyata Ada 8 Hotel Jadi Lokasi Karantina

PROFIL Bobby Nasution, Wali Kota Medan Sang Putra Eks Dirut PTPN IV, Menantu Presiden Jokowi

PROFIL Edy Rahmayadi, Gubernur Sumatera Utara yang Pernah Menapaki Karier Militer Cemerlang

BOBBY Nasution Membatalkan Hasil Seleksi Lelang Jabatan Eselon II di Masa Akhyar Nasution

Gubernur Edy Semprot Bupati dan Wali Kota soal Daya Serap Anggaran: Kayak Mana Kalian Ini

Saat membutuhkan rekaman perjalanan sakit, data tersebut kerap tidak ditemukan alias hilang.

"Berawal dari adanya pelaksanaan akreditasi di setiap puskesmas adanya audit internal rekaman medis pasien yang hilang setelah ada durasi waktu beberapa saat,dia berulang lagi berobat," ujar Kapus Tandang Buhit, Balige, Kabupaten Toba pada Rabu (12/5/2021).

Perekaman secara manual dengan menggunakan kertas yang dilakukan selama ini dinilai tidak efektif,sehingga pihaknya berinovasi perihal perekaman digital.

"Artinya perjalanan penyakitnya tidak bisa terdokumentasi karena sifatnya masih manual dengan kertas. Di mana, kita membuat inovasi agar semua dokumen bisa direkam secara digital," ungkapnya.

Dari penuturannya, perekaman riwayat perjalanan sakit secara digital akan memudahkan pengobatan dan lebih singkat.

"Dan juga perjalanan penyakit pasien ini bisa terecord dengan baik. Kemudian memudahkan dalam hal pelayanan karena durasi pelayanannya kita persingkat karena semua sifatnya paperless," terangnya.

Selain cepat, perekaman digital, data-data perjalanan sakit pasien tersebut lebih akurat.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved