Sampai Minta Disumbangkan Dosis, Ini Negara Termiskin Sampai Tak Sanggup Beli Vaksin Covid-19

Namun sayangnya, sejumlah negara termiskin di dunia tertinggal dalam memerangi pandemi Covid-19.

HO
Ilustrasi vaksin - Sampai Minta Disumbangkan Dosis, Ini Negara Termiskin Sampai Tak Sanggup Beli Vaksin Covid-19 

TRIBUN-MEDAN.com - Pandemi Covid-19 masih terjadi hampir di seluruh dunia.

Sejumlah upaya terus dilakukan agar pandemi ini berakhir.

Salah satunya ialah dengan mengadakan vaksinasi massal.

Namun sayangnya, sejumlah negara termiskin di dunia tertinggal dalam memerangi pandemi Covid-19.

Bahkan belum memberikan satu pun vaksin untuk penduduknya.

Baca juga: Krisis Covid-19 di Negaranya, India Terapkan Metode Vaksin yang Aneh dan Jadi Sorotan Dunia

Dilansir oleh TribunWow.com pada Senin (10/5/2021), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan negara tersebut paling banyak terletak di benua Afrika.

Dikabarkan oleh Metro.co.uk, Minggu (9/5/2021), Afrika hanya menghasilkan 1 persen dari jumlah total suntikan Virus Corona.

Tercatat dalam daftar antrean di benua itu termasuk Chad, Burkina Faso, Burundi, Eritrea, dan Tanzania.

Tanpa adanya penanganan, dikhawatirkan akan ada bahaya varian baru yang dapat muncul di negara-negara yang tidak ada vaksin Covid-19.

Untuk itu, UNICEF lantas memberikan bantuan dengan program yang didukung oleh PBB, yakni membantu negara-negara berpenghasilan rendah untuk memerangi Covid-19.

Baca juga: Vaksin Massal di Toba, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak: Pak Kapolres, Ini Kampung Saya

Ilustrasi vaksin corona
Ilustrasi vaksin corona (Shutterstock)

"Jadi kita semua harus prihatin tentang kurangnya cakupan di mana pun di dunia," kata Gandhi, Koordinator Unicef untuk Covax.

Gandhi juga mendesak negara-negara berpenghasilan tinggi untuk menyumbangkan dosisnya kepada negara-negara yang masih menunggu bantuan.

Mirisnya, di rumah sakit kecil tempat Dr Oumaima Djarma (33) bekerja, tepatnya di ibu kota Chad, N'Djamena, tidak ada perdebatan tentang mana vaksin Virus Corona yang terbaik.

Sebab, lantaran tidak adanya vaksin sama sekali, bahkan untuk dokter dan perawat seperti dia, yang merawat pasien positif Covid-19.

Chad diharapkan mendapatkan beberapa dosis Pfizer bulan Juni jika dapat menempatkan fasilitas penyimpanan dingin yang diperlukan untuk menjaga keamanan vaksin.

Baca juga: Penanganan Covid-19 Sebelum dan Sesudah Libur Idul Fitri, Airlangga Ungkap Kesiapan Pemerintah

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved