Pemerintah Dinilai Pilih Kasih soal Larangan Mudik 2021

Hal ini terbukti dari terbitnya izin bekerja Warga Negara Asing (WNA) dari China, yang milai memasuki Indonesia secara bergelombang.

Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN / Muhammad Anil Rasyid
Potret penumpang antre untuk melakukan check-in di Bandara Kualanamu, Deliserdang, Sumatera Utara, Rabu (5/5/2021) lalu. 

Dengan bebasnya WNA masuk ke Indonesia, tentunya menimbulkan kecemburuan sosial.

TRIBUN-MEDAN.com – Pemerintah dinilai tidak konsisten dalam menerapkan aturan pembatasan sosial terkait dengan pengendalian Covid-19 di Indonesia.

Hal ini terbukti dari terbitnya izin bekerja Warga Negara Asing (WNA) dari China, yang mulai memasuki Indonesia secara bergelombang.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira, menilai apa yang terjadi saat ini merupakan bentuk inkonsistensi pemerintah dalam membuat aturan.

Hal ini juga menurut dia dapat menimbulkan kebingungan aturan di masyarakat.

“Sebaiknya ada konsistensi antara kebijakan mudik dengan kedatangan WNA. Efek dari inkonsistensi kebijakan menimbulkan kebingungan di masyarakat dan petugas di lapangan,” jelas Bhima kepada Kompas.com, Senin (10/5/2021).

Baca juga: China Kirim 3 Kapal untuk Mengangkat KRI Nanggala-402, Mampu Menyelam di Kedalaman 10.000 Meter

Bhima menjelaskan, dengan bebasnya WNA masuk ke Indonesia, tentunya menimbulkan kecemburuan sosial.

Hal ini menimbulkan spekulasi di masyarakat bahwa pemerintah pilih kasih lantaran investasi asing dinilai lebih menguntungkan daripada kerugian PDB dari pelarangan mudik yang berdampak di banyak sektor.

“Kecemburuan sosial pun naik karena WNA bisa masuk dengan alasan mengerjakan proyek, sementara banyak warung harus merugi karena pelarangan mudik, padahal sama sama aktivitas ekonomi. Seakan ada pilih kasih dari pemerintah antara pengusaha lokal dengan asing,” jelas dia.

Baca juga: Larangan Mudik Lebaran 2021, Ternyata Sudah 288 WNA Asal China Masuk Indonesia dalam Sepekan

Bhima mencontohkan, misalkan saja investasi asal China di Indonesia nilainya 1 miliar dollar AS di kuartal I tahun 2021 atau setara Rp 14,2 triliun.

Padahal kerugian PDB dari pelarangan mudik di sektor transportasi dan pergudangan hilang Rp 89 triliun di kuartal ke II 2020, di mana kerugian itu belum termasuk sektor makanan minuman dan retail yang juga anjlok.

“Artinya demi menyelamatkan investasi China yang Rp 14,2 triliun tapi pemerintah diskriminatif terhadap kerugian di sektor yang lainnya. Ini kan enggak adil dan justru merugikan ekonomi secara total,” tegas dia.

Menurut Bhima, ada solusi yang bisa dilakukan pemerintah, antara lain dengan melakukan karantina WNA China yang masuk paling tidak hingga aturan mudik selesai.

Selain itu, harus ada tindakan tegas terhadap pelanggaran prosedur yang berlaku terutama di pintu masuk bandara.

“Sebenarnya lebih baik WNA yang sudah masuk ke Indonesia di karantina dulu sampai pelarangan mudik selesai baru bisa bekerja. Sementara WNA yang mau masuk dicegah. Jadi ada kebijakan tegas. Selain itu harus dilakukan tindakan terhadap oknum di pintu kedatangan WNA apabila terbukti menyuap petugas misalnya,” kata Bhima.

Baca juga: Asia Tenggara Mulai Kembali Diserang Covid-19, Media Vietnam Wanti-wanti Indonesia dan Malaysia

Di sisi lain, Guru Besar Universitas Krisnadwipayana sekaligus pakar ketenagakerjaan dan hubungan industrial Payaman Simanjuntak menjelaskan, dalam mempekerjakan WNA China di Indonesia, pemerintah harus menjunjung tinggi ketentuan mempekerjakan TKA, dan tidak diperlukan perlakuan khusus.

“Dalam mempekerjakan WNA China di Indonesia seharusnya tidak diperlukan perlakuan khusus, harus sesuai dengan RPTKA, mengisi jabatan yang belum bisa diisi oleh bangsa Indonesia, perusahaan menugaskan tenaga pendamping, dan TKA Melakukan transfer pengetahuan kepada tenaga pendamping,” ujar dia.

Payaman menambahkan, setiap TKA yang masuk ke Indonesia juga tentunya harus mengikuti ketentuan imigrasi dan juga protokol kesehatan.

Ini tanpa terkecuali, menjalani prosedur karantina sesuai dengan kebijakan di Tanah Air.

Baca juga: Kehadiran China di Timor Leste Bikin Australia Kalang Kabut, China Tawarkan Bantu Ini. . .

WN China Masuk Indonesia untuk Mengerjakan Proyek Strategis

Sebelumnya, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI mengatakan warga negara asing (WNA) yang masuk ke Indonesia selama pandemi Covid-19 hanya untuk kepentingan esensial saja.

"Kedatangan para WNA ke Indonesia hanya diizinkan untuk tujuan esensial, seperti bekerja di proyek strategis nasional, objek vital, penyatuan keluarga, bantuan medis dan kemanusiaan, serta kru alat angkut," kata Direktur Jenderal Imigrasi Kemenkumham Jhoni Ginting dilansir dari Antara, Sabtu (8/5/2021).

Terkait dengan kedatangan WN China ke Indonesia, Kemenkumham menyampaikan bahwa mereka telah memperoleh rekomendasi dari instansi terkait dan akan bekerja di proyek strategis nasional, bukan untuk tujuan wisata.

Hingga saat ini, larangan masih berlaku untuk WNA yang ingin berkunjung ke Tanah Air dengan tujuan wisata.

Pemerintah juga telah menghentikan sementara pemberian bebas visa kunjungan serta visa on arrival (VoA) sejak awal Maret 2020 untuk mencegah lonjakan penyebaran Covid-19.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh WN China yang masuk ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta sudah memenuhi aturan keimigrasian dan aturan perjalanan internasional pada masa pandemi Covid-19.

Aturan yang dimaksud Jhoni adalah Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 26 Tahun 2020 tentang Visa dan Izin Tinggal pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru, dan Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019.

"Penanganan setiap WNA yang datang ke Indonesia telah mengikuti aturan Satuan Tugas Penanganan Covid-19," ujar dia.

Petugas imigrasi tidak akan memberikan izin masuk jika para WNA tidak lulus pemeriksaan kesehatan oleh petugas.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan petugas di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kementerian Kesehatan sesuai dengan protokol kedatangan bagi pelaku perjalanan internasional.

Setelah pemeriksaan kesehatan, petugas imigrasi akan memeriksa seluruh dokumen perjalanan serta dokumen keimigrasian setiap WNA yang masuk ke Indonesia.

Ia menegaskan bahwsa larangan WNA masuk ke Indonesia pada masa pandemi Covid-19 masih tetap berlaku.

Baca juga: Larangan Mudik Lebaran 2021, Ternyata Sudah 288 WNA Asal China Masuk Indonesia dalam Sepekan

Penerbangan dari China

Lion Air Group membuka penerbangan charter atau sewa selama masa larangan mudik lebaran 2021 pada periode 6-17 April 2021.

Layanan penerbangan charter Lion Air Group tersebut dibuka untuk semua maskapai di bawah naungan grup tersebut, meliputi Lion Air (kode penerbangan JT), Wings Air (kode penerbangan IW), dan Batik Air (kode penerbangan ID).

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro menjelaskan bahwa layanan ini dibuka dalam rangka mengakomodir kebutuhan perjalanan udara.

Kebijakan ini sekaligus untuk membantu mempermudah pergerakan atau mobilisasi orang dan barang dari semua kalangan yang membutuhkan.

Disebutkan, layanan dibuka untuk perjalanan dinas pemerintah, swasta, organisasi dan lembaga lainnya, dengan tetap menghadirkan kualitas layanan dan biaya yang kompetitif.

“Lion Air Group selama 7 Mei – 15 Mei 2021 menawarkan layanan yang dijalankan setelah mendapatkan izin dari regulator dan otoritas setempat,” kata Danang dalam keterangan resmi.

Penerbangan sewa yang ditawarkan meliputi penerbangan sewa penumpang tidak berjadwal (passenger charter) dan penerbangan sewa angkut kargo (cargo charter).

“Di tengah situasi masa waspada pandemi Covid-19, Lion Air Group senantiasa berupaya dan meningkatkan kinerja secara maksimal sejalan tujuan membantu dan memperlancar pergerakan orang dan barang sesuai kebutuhan,” tambahnya.

Lion Air Group berharap dapat memberikan nilai lebih kepada calon penumpang serta pihak penyewa dalam memenuhi permintaan penerbangan berjadwal dan charter.

Hal ini, berdasarkan pengalaman dalam menerbangi berbagai kota utama dan kota sekunder di Indonesia dan mancanegara.

“Lion Air Group mengoperasikan berbagai tipe pesawat sesuai kebutuhan, yaitu Airbus 330-300CEO, Airbus 330-900NEO, Airbus 320-200CEO, Airbus 320-200NEO, Boeing 737-800NG, Boeing 737-900ER, ATR 72-500 serta ATR 72-600,” urainya.

Ia menegaskan, seluruh armada dilengkapi High Efficiency Particulate Air (HEPA) filter atau penyaringan partikel yang kuat. HEPA filter membantu menjaga kebersihan udara di dalam kabin dan menyaring lebih dari 99,9 persen jenis virus, kuman, serangga dan bakteri.

Udara di dalam kabin pesawat diperbarui setiap 2-3 menit, sehingga lebih segar. Untuk udara dari toilet (lavatory) dan dapur (galley) langsung dialirkan ke luar pesawat.

“Peningkatan kegiatan kebersihan dan sterilisasi pesawat udara Lion Air Group secara berkala dengan metode Aircraft Exterior and Interior Cleaning (AEIC) yang dijalankan di pusat perawatan pesawat Batam Aero Technic (BAT) dan di berbagai basis bandar udara (base station) dimana pesawat Lion Air Group berada,” urainya.

Lion Air Group tetap menerapkan semua ketentuan penerbangan yang berlaku selama masa waspada pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Hal ini sesuai rekomendasi aturan dari regulator serta komitmen Lion Air Group dalam beroperasi yang tetap mengedepankan faktor keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan (safety first) serta dijalankan sebagaimana pedoman protokol kesehatan.

Adapun mengenai pejalanan udara pada penerbangan niaga penumpang berjadwal dalam negeri (regular flight), Lion Air akan melayani operasional dan layanan penerbangan pada 7 Mei – 15 Mei 2021 apabila secara skala atau penghitungan ekonomi terpenuhi.

“Kebijakan tersebut dinilai sangat tepat guna mendukung program pemerintah #TidakMudik2021 sejalan pengendalian transportasi udara selama masa peniadaan mudik dalam upaya mempertimbangkan kondisi masa waspada pandemi Covid-19 secara nasional #YukSelamatBersama,” pungkasnya.

Baca juga: KISAH Mayor Jantje Kaya Raya dari Sarang Burung Walet, Ini Manfaatnya dan Harganya Per Kilogram

Tautan Artikel Kompas.com;WN China Masuk Indonesia untuk Mengerjakan Proyek Strategis

Dan Berjudul: WN China Boleh Masuk Indonesia Sementara Mudik Dilarang, Pengamat: Pemerintah Pilih Kasih

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved