Tsunami Covid India
Warganya Tewas Bergelimpangan Kena Covid-19, Negara Ini Sibuk Urusi Kesejahteraan Sapi
Uttar Pradesh telah memiliki 4.500 tempat penampungan sapi dan sekitar 170 tempat perlindungan untuk sapi, hewan yang disakralkan dalam agama Hindu.
TRIBUN-MEDAN.COM - Di tengah tsunami Covid-19 yang mendera India, terungkap fakta mengejutkan di luar nalar manusia.
Sudah empat hari India mencatatkan kasus baru Covid-19 mencapai 400 ribu per hari.
Minggu 9 Mei 2021, India mencatat 403.738 kasus Covid-19 hingga secara total India mencatat 22.296.414 kasus Covid-19.
Sedangkan jumlah kematian pasien Covid-19 pada Minggu mencapai 4.092 kematian hingga total kematian keseluruhan menjadi 242.362 pasien.
Sabtu, 8 Mei 2021, India mencatat 401.078 kasus baru Covid-19 dan dan 414 ribu pada hari Jumat 6 Mei 2021.
Di tengah penderitaan warganya, terungkap fakta mengejutkan di negara bagian Uttar Pradesh, yang kini diperintah partai berkuasa, Partai Bharatiya Janata (BJP).
Negara bagian Uttar Pradesh adalah negara bagian dengan penduduk terpadat di India.
Minggu, 9 Mei 2021, Uttar Pradesh mencatat lebih dari 26.500 kasus baru dan 300 kematian.
Saat warganya berjuang hidup dan mati untuk tempat tidur dan oksigen di rumah sakit saat tsunami Covid-19, ternyata negara bagian Uttar Pradesh mengumumkan program perlindungan sapi.
Chief Minister Uttar Pradesh, Yogi Adityanath, yang dikenal sebagai politisi Hindu garis keras dari Partai Bharatiya Janata (BJP) telah mempromosikan perlindungan sapi sejak awal masa jabatannya pada tahun 2017.
Uttar Pradesh telah memiliki 4.500 tempat penampungan sapi dan sekitar 170 tempat perlindungan untuk sapi, hewan yang disakralkan dalam agama Hindu.
Pemerintahan Yogi Adityanath mengumumkan pendirian 700 meja bantuan "untuk kesejahteraan sapi, yang akan dilengkapi dengan 51 oksimeter dan 341 pengukur suhu untuk memastikan perawatan dan pengujian sapi yang lebih baik."
Spontan saja pengumuman tersebut memantik protes dari warganya, Navneet Sehgal, pejabat Uttar Pradesh mengatakan kepada Arab News bahwa laporan itu "palsu, fitnah dan tidak masuk akal."
Namun, pemerintah Uttar Pradesh tidak membantah mengeluarkan surat edaran itu.
“Saya merasa sangat marah sebagai penduduk Uttar Pradesh dengan cara kami diperlakukan dan hidup kami terancam,” Kulsum Mustafa, seorang jurnalis dan aktivis yang berbasis di ibu kota negara bagian Lucknow, kepada Arab News.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kremator-india.jpg)