Perut Wanita Ini Membesar tak Terkendali, Disangka Hamil Kembar 3, Ternyata Idap Penyakit Ini

Perubahan bentuk perut yang tiba-tiba membuat wanita ini tidak bisa berbaring dengan nyaman. Dia harus duduk di tempat tidurnya atau bersandar di kas

Penulis: Liska Rahayu | Editor: Liska Rahayu
eva.vn
Awalnya sakit, perut wanita terus membesar tak terkendali selama dua tahun. Banyak yang mengira hamil bayi kembar 3, namun ternyata dia menderita kanker. 

TRIBUN-MEDAN.com- Perubahan bentuk perut yang tiba-tiba membuat wanita ini tidak bisa berbaring dengan nyaman.

Dia harus duduk di tempat tidurnya atau bersandar di kasur untuk tidur.

Dia juga tidak bisa berdiri dalam waktu yang lama.

Kondisi yang mengerikan ini menimpa seorang ibu dua anak bernama Huang Guoxian, 37 tahun.

Dia tinggal di pinggiran Kota An Shun, Provinsi Guizhou, China.

Baca juga: Awalnya Garang, Begini Nasib Mata Elang Hendrik Liatongu yang tak Hargai TNI Serda Nurhadi

Baca juga: Reaksi Denny Siregar, Ustaz Tengku Zulkarnain Tertular Covid-19 Dirawat di RS Tabrani Pekanbaru

Baca juga: INI Perubahan Sikap Nathalie Holscher, Selama Hamil Irit Bicara: Enggak Tahu Kenapa

Huang memiliki tubuh yang kurus, tetapi perutnya memiliki berat 20 kg karena berisi cairan dan tumor dengan berbagi ukuran.

Pada Agustus 2020, dia pernah memohon bantuan melalui media tentang kondisinya yang langka.

Huang sudah lama mengalami kondisi tersebut.

Pada tahun 2018, perut Huang mulai membengkak secara tidak normal dan membesar tak terkendali hanya dalam waktu dua tahun.

Awalnya sakit, perut wanita terus membesar tak terkendali selama dua tahun. Banyak yang mengira hamil bayi kembar 3, namun ternyata dia menderita kanker.
Awalnya sakit, perut wanita terus membesar tak terkendali selama dua tahun. Banyak yang mengira hamil bayi kembar 3, namun ternyata dia menderita kanker. (eva.vn)

Awalnya saat perutnya membesar, dia merasakan sakit. Dia pun pergi ke dokter.

Setelah minum obat, rasa sakitnya hilang, tetapi perutnya masih membesar.

Setelah itu, ibu dua anak ini terus pergi ke banyak rumah sakit dengan harapan sembuh dari penyakitnya.

Namun dokter tidak dapat menentukan penyebab dari kondisi anehnya tersebut.

Seorang dokter pernah mencoba mengeluarkan kelebihan cairan dari perutnya, tetapi setelah operasi, perutnya mulai membesar kembali.

Pada pertengahan 2020, berat perutnya hampir 20 kg.

Karena perutnya yang besar, Huang sering disangka sedang mengandung anak kembar tiga.

Dia tidak bisa tidur nyaman, tetapi terpaksa tidur di tempat tidur atau bersandar di kasur.

Berjalan atau berdiri dalam waktu yang lama pun menyiksanya.

Semua ini membuatnya lambat laun menjadi pemarah. “Saya akan mudah marah karena hal yang sangat kecil,” kata Huang.

Suaminya bekerja jauh dan dia tinggal di rumah bersama kedua anaknya.

Namun karena penyakit aneh ini, untuk memasak dan mencuci pakaian dilakukan oleh anak Huang yang berusia 10 tahun.

Keadaan menyedihkan Huang dengan cepat menarik perhatian publik.

Baca juga: Wanita Tewas di Warung, Sejumlah Bukti Dikumpulkan dan Keterangan Saksi-saksi

Baca juga: Penyekatan Mudik di Toba Kian Menggerus Jumlah Pelanggan Hotel dan Homestay

Baca juga: Tinjau Pos Penyekatan di Toba, Bupati Minta Maaf Bila Ada Pelayanan yang Kurang

Pemerintah dan dermawan telah menyumbang untuk membantu Huang mendapatkan uang dan pemeriksaan peratawan medis.

Menerima bantuan tersebut, Huang pergi ke dokter spesialis di rumah sakit 302 An Thuan.

Setelah pemeriksaan, dokter menyimpulkan dia menderita kanker ovarium.

Sel kanker telah menyebar ke seluruh perut karena kurangnya perawatan tepat waktu.

Awalnya dokter berencana untuk menunda operasi karena kekhawatiran tentang risiko yang melekat dan dilanjutkan dengan menyedot cairan dari perutnya secara bertahap.

Namun kondisi Huang semakin terpuruk sehingga harus segera dioperasi pada 13 Oktober 2020.

Người phụ nữ bụng to như chửa 3 đứa và sự thật khủng khiếp phía sau - 3

Operasi tersebut berlangsung dari pukul 08.00 sampai 16.30 dengan partisipasi 15 orang dokter, termasuk spesialis.

“Operasi itu cukup berhasil. Kami akan memantau kesembuhannya. Kesehatannya sangat terpengaruh oleh penyakit mematikan ini,” kata seorang ahli anestesi.

Setelah operasi, banyak tumor dan sejumlah cairan dikeluarkan dari perut Huang.

Menurut media, sebagian dari tagihan rumah sakit oleh asuransi, sisanya gratis.

Baca juga: Gini Reaksi Ayus Sabyan Jadi Bulan-bulanan 3 Ustaz saat Hadiri Bukber di Rumah Iis Dahlia

Baca juga: Artis Cantik Ini Sukses Bikin Duda Tajir Kepincut Pesonanya, Mau Nikah Meski Umur 18 Tahun Lebih Tua

Baca juga: Buntut Perseteruan Bobby Nasution vs Edy Rahmayadi, Ternyata Ada 8 Hotel Jadi Lokasi Karantina

Berbagi perasaannya setelah operasi, Huang tidak dapat menyembunyikan emosinya.

“Saya tidak berani berpikir bahwa petani miskin seperti saya akan menerima begitu banyak perhatian dari masyarakat.” Katanya.

Sejak meminta bantuan di media, Huang telah menerima sumbangan sekitar 100.000 Yuan atau setara Rp 221 juta.

Ibu dua anak ini mengatakan dia ingin menggunakan uang tersebut untuk bisnis kecil setelah dia sembuh.

(yui/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved