Penyekatan Mudik di Sumut 2021
Penyekatan Mudik di Toba Kian Menggerus Jumlah Pelanggan Hotel dan Homestay
Sejak masa pandemi Covid-19, jumlah pelanggan hotel dan homestay di Kabupaten Toba menurun secara drastis.
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Randy P.F Hutagaol
Masa Penyekatan di Kabupaten Toba, Jumlah Pesanan Hotel Menurun Drastis, Ini Keterangan Pelaku Wisata
TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Sejak masa pandemi Covid-19, jumlah pelanggan hotel dan homestay di Kabupaten Toba menurun secara drastis.
Secara khusus pada liburan Ramadhan dan Idul Fitri 1442 H dan ditambah lagi dengan adanya penyekatan perjalanan.
Terkait hal ini, seorang pelaku wisata Patrick Lumbanraja sudah berkoordinasi dengan sejumlah hotel yang biasanya ramai saat liburan Ramadhan dan Idul Fitri.
Dalam penuturannya, ia menyampaikan bahwa pengusaha hotel dan homestay mengeluh karena jumlah pelanggan menurun drastis.
"Kalau untuktahun ini, jelas sangat menurun. Bahkan, dari tahun yang lalu dan sudah Covid-19 juga jumlah pelanggan hotel dan homestay sudah menurun," ujar pelaku wisata Patrick Lumbanraja saat dikonfirmasi Tribunmedan.id pada Senin (10/5/2021).
"Dibandingkan sekarang, lebih turun lagi. Bahkan ada yang kosong hotelnya di sini. Yang pasti banyak sekali perbedaanya di masa sekarang. Bahkan ada hotel yang tahun lalu tutup. Jadi kita tanya juga homestay, hal sama terjadi. Kosong pengunjung,"
Ia meyakini bahwa alasan berkurangnya jumlah pengunjung dan pemesan hotel dan homestay adalah akibat adanya pembatasan ataupun penyekatan pada masa liburan ini.
"Dan itu memang udah pasti karena pembatasan ini. Yang kita juga ada juga hotel yang biasanya dihuni oleh orang dalam perjalanan dinas. Hal sama dialaminya, jumlah pengunjung hampir tidak ada," terangnya.
Awalnya timbul pertanyaan apakah pelanggan beralih dari hotel ke homestay, ternyata tidak.
Setelah berkomunikasi dengan pihak pemilik homestay, jumlah pelanggan ataupun pemesanan pun menurun drastis.
"Kalau angka pasti tidak bisa kita sampaikan, tapi yang jelas jumlah pelanggan saja sudah menurun drastis dari tahun lalu padahal tahun lalu pun mereka sudah alami penurunan. Inilah akibat adanya pembatasan ataupun penyekatan secara khusus di bidang usaha akomodasi. Bahkan homestay juga kosong," lanjutnya.
"Ada juga teman yang punya kafe resto, ia bilang tidak ada tamu," lanjutnya.
Baginya, penyekatan ini juga memengaruhi jumlah wisatawan lokal. Ia menjelaskan bahwa satu diantara destinasi wisata di Kabupaten Toba terlihat sepi.
"Mungkin karena adanya penyekatan ini,jadi masyarakat bertanya-tanya sehingga mereka enggak datang ke sana. Bahkan orang Balige sendiri tidak ada datang ke Lumban Bulbul. Inilah yang kita lihat. Mungkin karena ada kekhawatiran masyarakat mengapa ada penyekatan ini," terangnya.
Baginya, pembatasan ini merupakan upaya pemerintah untuk menanggulangi penyebaran Covid-19 walau memiliki efek terhadap kelangsungan perekonomian.
"Memang pembatasan ini bagus untuk menghindari penambahan jumlah terkonfirmasi positif Covid-19, namun sangat berpengaruh untuk sektor ekonomi. Hal itu bisa kita lihat pengaruhnya terhadap pengusaha akomodasi," pungkasnya.
(Cr3/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/larangan-mudik_penyekatan-hari-pertama-di-balige_satgas-covid-19-berjaga-jaga.jpg)