Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo Tegaskan Operasi Militer Tidak Akan Menyelesaikan Masalah Papua

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo yang mengaku sedih jika mendengar Pasukan Setan dikatakan berangkat ke Papua untuk bertempur.

Editor: AbdiTumanggor
Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden
FOTO dokumentasi Presiden Joko Widodo saat mendapatkan penjelasan dari Gatot Nurmantyo yang saat itu masih menjabat sebagai Panglima TNI di Aula Kartika, Tanjung Datuk, Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau, Jumat (19/5/2017) lalu. (Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden) 

“Kalau kita tidak menyelesaikan akar permasalahannya, ini tidak akan selesai. Satu tewas muncul lagi yang lainnya,” kata Gatot.

Menurut Gatot, sehebat apapun operasi militer yang dilakukan, tidak akan bisa menyesaikan konflik di Papua.

Ia berharap pemerintah lebih mengedepankan operasi yang bertujuan merebut hati dan pikiran rakyat di Papua.

“Jangan mengharapkan menyelesaikan suatu kondisi Papua itu hanya dengan operasi militer, ini saya ingatkan. Tidak akan bisa, sehebat apapun tidak akan bisa.”

“Karena permasalahannya bukan hanya sekecil itu, operasi militer pun tidak bisa, operasi tempur tidak akan selesai. Harus operasi teritorial tadi, yaitu merebut hati dan pikiran rakyat,” ujarnya lagi.

Adapun langkah yang menurut Gatot Nurmantyo lebih tepat adalah memisahkan rakyat biasa dengan KKB.

Ia kemudian memberi contoh penyelesaian konflik tanpa operasi militer seperti yang terjadi di Aceh.

“Bagaimana memisahkan antara rakyat yang benar-benar NKRI atau yang masih terpengaruh kita pisahkan pelan-pelan, kalau itu tidak terjadi, maka tidak akan selesai, kita sudah punya pengalaman di tempat lain,” katanya.

Gatot Nurmantyo juga menyebut Pasukan Yonif 315/Garuda TNI sebagai prajurit rendah hati dan disiplin.

"Saya yakin yang mengatakan bahwa pasukan Batalyon 315 setan, hebat, bukan dari prajurit-prajuritnya."

Saya hafal betul bahwa prajurit-prajuritnya tidak pernah menunjukan kehebatan, tidak pernah menunjukan kelebihan-kelebihannya." 

"Mereka adalah orang-orang yang rendah diri, disiplin, dan mempunyai jiwa-jiwa yang tinggi."

"Sehingga Batalyon 315 adalah salah satu batalyon yang menorehkan tinta emas dalam operasi-operasi," ujarnya.

Mengingat 3 Poin Tuntutan KKB/OPM

Artikel Kompas.com yang berjudul: KKB di Papua Bermuatan Politik, Siapa di Belakangnya?, yang telah tayang pada 23 November 2017 lalu, pernah mengulas siapa sosok di belakang KKB.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved