Raut Wajah Tegar Rizal (31), Suami Beristri 3 Tombak Binik Pencemburu, Nangis Disunggung Soal Anak

Apa pasal Rizal memasang wajah tegar usai membunuh istrinya? Lalu kenapa pula Rizal tak dapat menahan tangis saat disinggung soal anak? Berikut seleng

SRIPOKU.COM/ARI
Tersangka Rizal pelaku pembunuhan terhadap istri siri - Raut Wajah Tegar Rizal (31), Suami Beristri 3 Tombak Binik Pencemburu, Nangis Disunggung Soal Anak 

TRIBUN-MEDAN.com - Raut wajah Rizal (31), suami sekaligus pelaku pembunuhan istrinya sendiri tampak tegar. Namun, ketika bercerita soal anak, air matanya jatuh bercururan.

Rizal ditangkap atas kasus membunuh istrinya sendiri, Yeti Septriani (26).

Rizal merupakan warga warga Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, Sumatera Selatan.

Apa pasal Rizal memasang wajah tegar usai membunuh istrinya? Lalu kenapa pula Rizal tak dapat menahan tangis saat disinggung soal anak? Berikut selengkapnya!

Baca juga: Heboh Arya Saloka Bukan Pilihan Pertama Perankan AL,Petinggi RCTI Beri Alasan Pilih Suami Putri Anne

"Saya ketemu dengan anak saya ketika berumur tiga bulan, dan sampai berumur satu tahun belum pernah bertemu," ujar ayah tiga anak dari tiga istri ini.

Rupanya Sudah Beristri 3

Diceritakan Rizal, bahwa dirinya telah beristri tiga kali. Istri pertama status gadis warga Talang Ubi cerai masalah anak dengan mertua pada tahun 2011, dan dapat anak satu perempuan.

Kemudian, ia beristri kembali status gadis warga Desa Pagar Jati, dan dapat anak satu perempuan. Istri kedua ini statusnya belum cerai masih menggantung sampai sekarang, namun ketika diajak berkumpul lagi istrinya menolak. 

Kemudian untuk istri ketiga, statusnya janda beranak dua. Awalnya pertemuannya dari FB, kemudian diajak bertemu di rumah orangtuanya, setelah merasa cocok akhirnya mereka menikah.

Baca juga: Setiap Desa di Serdang Bedagai Bakal Punya Dua Petugas Kebersihan

Tersangka Rizal pelaku pembunuhan terhadap istri siri
Tersangka Rizal pelaku pembunuhan terhadap istri siri (SRIPOKU.COM/ARI)

Namun ada syaratnya yakni pelaku harus menerima kedua anaknya seperti anak kandung saya dan istrinya harus menerima ibunya seperti ibunya sendiri.

Awalnya pernikahan tidak ada masalah, namun setelah beberapa bulan kemudian ada permasalahan dengan ibunya sehingga sampai sekarang tidak seteguran.

Puncak Keributan

Dan puncak keributan terjadi ketika anaknya masih berumur tiga bulan. Istrinya pergi dari rumah dinas perusahaan dengan membawa dua unit motor dan pakaian serta merusak perabotan dengan meninggalkan anaknya di lantai.

Kemudian ia menjemput istrinya untuk kembali, namun anaknya langsung diungsikan ke tempat sepupunya di Palembang yang kebetulan mau merawatnya.

Baca juga: Selama di Jepang Syahrini Memperdalam Ilmu Agama, Terbukti Dalam Waktu 4 Bulan khatam Al-Quran

Sedangkan dua anak bawaan istrinya dititipkan dengan saudara istrinya sehingga di rumah praktis hanya mereka berdua saja.

"Saya ungsikan karena saya mendengar kabar dari kerabatnya, anak kami berdua mau dijual oleh korban ini, dan takut terjadi apa-apa dengan anak kami tersebut," ujarnya sambil mengusap air mata.

Setelah tinggal sembilan bulan, kejadian tersebut terjadi yang berawal dari makanan ikan terjatuh dan berserakan. Istrinya ngomel, dan ia tidak mempermasalahkannya.

Ternyata berlanjut, mungkin kesal dengan SMS yang masuk dari Fadilah yang menanyakan keberadaannya. Padahal, HP tersebut sebelumnya dipinjam oleh temannya karena HP temannya hilang.

Istri Pencemburu Pemicu Keributan

Dan SMS tersebut dari temannya, sebab dirinya tidak kenal dengan Fadilah, tetapi istrinya pencemburu dan semenjak itu jadi pemicu keributan.

Dan puncaknya ia gelap mata dan tanpa disadarinya memukul istrinya dengan besi hingga tewas. Namun sebelumnya, ia tidak menyangka istrinya akan tewas dan ketika dievakuasi oleh teman-temannya ia hanya melihat tanpa berbuat apa-apa.

Baca juga: SETELAH DIGEBUK Suami, Artis Rupawan Bertubuh Seksi Ini Datangi Komnas Perlindungan Perempuan

Setelah mengetahui istrinya meninggal iapun pasrah ketika diamankan Polisi. 

"Saya setelah melihat istrinya tergeletak hanya duduk dikursi dan baru tersadar istrinya meninggal," ujarnya.

Dan ketika ditanya apakah dirinya menyesal, iapun langsung mengatakan menyesal dan siap mempertanggungjawabkan perbuatannya apapun hukumannya.

Dan iapun tidak lari karena takut akan ditimpa rasa bersalah dengan istrinya.

Kapolres Muaraenim, AKBP Danny Sianipar, melalui AKP Herly Setiawan, membenarkan telah mengamankan tersangka bersama barang buktinya untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dan nanti akan dilakukan rekontruksi ulang untuk melengkapi berkas. Atas perbuatannya tersangka akan dikenakan pasal 338 jo pasal 351 ayat (3) dengan ancaman 15 tahun penjara.

Baca juga: Nia Ramadhani Kini Hidup Enak Dimanjakan Suami, Tapi Sebelum Nikah Akui Hidupnya Dulu tak Dimanja

Diberitakan sebelumnya, seorang suami bernama Rizal (30) tega menghabisi nyawa istrinya Yeti Septarini (26), pada Selasa (4/5/2021).

Kesal Diomeli Istri Pulang Kerja

Rizal mengaku kesal karena diomeli istri saat pulang kerja.

Peristiwa tersebut terjadi di Perumahan Divisi VI No B4 PT. Suryabumi Agro Langgeng Desa Pagar Jati Kecamatan Benakat Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan (Sumsel).

Dari informasi yang berhasil dihimpun, kejadian tersebut berawal pelaku Rizal baru pulang dari bekerja memuat buah kelapa sawit milik PT. Suryabumi Agro Langgeng.

Ketika tiba di tempat tinggalnya korban Yeti Septarini langsung marah kepada pelaku.

Marah korban dipicu karena pelaku tidak melihat ada ikan yang terjatuh ke lantai.

Baca juga: Nagita Slavina Merengek Raffi Ahmad Sumpahi Hal Ini di Kehamilan Kedua, Gigi Sampai Menangis

Mendengar korbannya marah-marah, pelaku menasihati istrinya untuk tidak meributkan masalah tersebut sebab dirinya masih capek pulang dari bekerja.

Kemudian korban ribut menuduh pelaku main HP di tempat kerjanya dan menuduh ada wanita lain.

Mendengar hal tersebut, pelaku tidak mau ribut dan langsung masuk ke dalam kamar untuk istirahat sambil merebahkan badan, akan tetapi korban di luar kamar masih terus mengoceh dan mengeluarkan kata-kata kasar sambil korban berjalan ke teras rumah.

Karena terus diomeli pelaku kesal dan melempar bantal ke arah korban.

Istri Sebut Suami Binatang

Mendapat perlakuan tersebut, bukannya korban berhenti ngomel malah sebaliknya dan mengatakan pelaku hanya berani sama perempuan dan mengatakan pelaku adalah binatang.

Mendengar hal tersebut, pelaku kembali berusaha menasehati korban untuk berhenti mengomel sebab malu didengar tetangga.

Baca juga: Lewat Akun Instagram, Najwa Shihab Sampaikan Sedang Jatuh Sakit, Dirawat di Rumah Sakit

Namun Korban semakin berkata kasar terhadap pelaku dengan menyebut binatang An*ing.

Mendengar kata-kata kasar tersebut seketika pelaku langsung emosi dan tanpa pikir panjang lagi langsung mengambil satu buah Tombak alat untuk memuat buah sawit yang terbuat dari besi panjang 110 cm yang terletak didekat dinding rumahnya.

Lalu pelaku langsung mendekati korban dari arah belakang yang saat itu sedang berdiri di teras rumahnya dan memukulnya dari belakang sehingga mengenai bagian kepala sebanyak dua kali sehingga korban jatuh tersungkur tidak bergerak.

Nyawa tak Terselamatkan, Ditombak Suami

Mendengar ada keributan, datanglah warga sekitar mencoba menyelamatkan korban dengan membawanya ke kerumah sakit umum Talang Ubi Kabupaten PALI.

Namun ternyata nyawa korban tidak tertolong lagi dan secara medis telah meninggal dunia

Selanjutnya korban dibawa kerumah orangtuanya di desa Sungai Baung, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI untuk dimakamkan dan pihak keluarga korban melapor ke Polsek Gunung Megang.

Baca juga: Melahirkan Bayi Lucu saat Positif Covid-19, Nadya Mustika Mendadak Singgung Balas Dendam, Ada Apa?

Setelah menerima laporan kejadian tersebut, Team Trabazz Polsek Gunung Megang yang dipimpin Kapolsek Gunung Megang AKP Herli Setiawan SH.MH dan Kanit Reskrim Ipda Subagio langsung menuju ke lokasi kejadian melakukan olah TKP dan berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan berarti.

Kapolres Muara Enim AKBP Danny Sianipar S.I.K melalui Kapolsek Gunung Megang AKP Herli Setiawan membenarkan adanya kejadian tersebut yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Saat ini, tersangka bersama barang buktinya yakni pakaian korban dan tersangka serta alat besi yang digunakan untuk memukul korban sudah diamankan di Polsek Gunung Megang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Atas perbuatannya tersangka akan diancam dengan pasal 338 KUHP. (ari)

(*/ Tribun-Medan.com)

Artikel ini sudah tayang di Sripoku.com

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved