Lonjakan Covid-19 di India, Perdana Menteri Dituntut Mundur, 4.000 Orang Meninggal Sehari

Pemerintah India memperingatkan bahwa negara itu pasti akan menghadapi gelombang pandemi virus korona selanjutnya

Editor: Salomo Tarigan
Channi Anand/AP via Nytimes
Tenaga kesehatan dan keluarga, membawa jenazah penderita covid untuk dikremasi. Akibat Lonjakan Covid-19 di India, Perdana Menteri Dituntut Mundur 

Lonjakan Covid-19 di India terbaru  4.000 orang meninggal dalam waktu sehari

✓ Penderita Covid-19 banyak yang meninggal di ambulans dan tempat parkir mobil menunggu tempat tidur atau oksigen

✓ Perdana Menteri Narendra Modi sasaran kritik diminta mundur karena dianggap tidak mampu mengantisipasi dan mengatasi

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang penasihat ilmiah terkemuka untuk pemerintah India memperingatkan bahwa negara itu pasti akan menghadapi gelombang pandemi virus korona selanjutnya, karena hampir 4.000 orang meninggal dalam waktu sehari.

Seperti diketahui, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan dalam laporan mingguan, bahwa kasus Covid-19 di India, hampir setengah virus dari kasus korona yang dilaporkan di seluruh dunia pada minggu lalu dan seperempat dari kematian di dunia.

Banyak orang meninggal di ambulan dan tempat parkir mobil menunggu tempat tidur atau oksigen, sementara kamar mayat dan krematorium berjuang untuk menangani aliran jenazah yang tampaknya tak terhentikan.

Lima Hotel Jadi Tempat Isolasi, Bobby Nasution Minta Gubernur Edy Beri Penjelasan

Penasihat ilmiah utama pemerintah, K. VijayRaghavan, memperingatkan bahwa bahkan setelah tingkat infeksi mereda, negara harus siap untuk gelombang ketiga.

"Fase 3 tidak bisa dihindari, mengingat tingginya tingkat virus yang beredar," kata Vijay dalam jumpa pers melansir reuters, dikutip Tribunnews, Kamis (6/5/2021).

"Tapi tidak jelas pada skala waktu apa fase 3 ini akan terjadi. Kita harus bersiap untuk gelombang baru," tambahnya.

Baca juga: SOSOK SUAMI Poligami, Tantangan Berat Donny Alamsyah tapi Adegan Dibantu Cut Mini Disenangi

Minta Perdana Menteri Mundur

Seperti diketahui, dalam hal ini, Perdana Menteri Narendra Modi telah banyak dikritik karena tidak bertindak cepat untuk menekan gelombang kedua.

"Kami kehabisan udara. Kami sekarat," tulis pemenang Booker Prize Arundhati Roy menulis dalam sebuah opini yang menyerukan agar Modi mundur.

"Ini adalah krisis yang sedang Anda buat," tambahnya dalam artikel yang diterbitkan, belum lama ini.

"Kamu tidak bisa menyelesaikannya. Kamu hanya bisa memperburuknya. Jadi silakan pergi," pungkasnya.

Sekedar informasi, delegasi India untuk pertemuan Kelompok Tujuh Menteri Luar Negeri di London sedang mengisolasi diri setelah dua anggotanya dinyatakan positif COVID-19,

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved