10 Jam Pasien Jantung Tak Ditangani, Humas RS Hermina: Seharusnya Dokter Standby

Sang istri sudah berada di ruangan Unit Gawat Darurat (UGD) RS Hermina selama 10 jam namun tak kunjung ditangani dokter jantung di rumah sakit itu

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN / HO
Rumah Sakit Hermina 

Laporan Wartawan Tribun-Medan/ Fredy Santoso

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Warga Kota Medan Tohap Andi Simamora mengeluhkan pelayanan medis di RS Hermina yang berada di Jalan Asrama, Sei Sikambing C. II, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan.

Dalam sebuah postingan di akun Facebook pribadinya, Tohap Andi Simamora mengatakan kalau sang istri sudah berada di ruangan Unit Gawat Darurat (UGD) selama 10 jam namun tak kunjung ditangani dokter jantung yang berada di rumah sakit tersebut.

Menanggapi hal itu, RS Hermina Medan memberikan penjelasan terkait lambannya dokter dalam menangani pasien.

Humas RS Hermina Medan, Wahida mengatakan bahwa mekanisme pelayanan sebenarnya harus disegerakan, karena masuk dalam kategori membahayakan nyawa.

"Mekanisme sebenarnya langsung dilayani karena UGD itu kan sangat darurat sehingga harus langsung ditangani oleh dokter," kata Wahida saat dihubungi melalui telepon seluler pada Kamis (6/5/2021) malam.

Baca juga: Sang Istri Sampai 10 Jam di IGD, Warga Medan Ini Keluhkan Pelayanan RS Hermina

Meski demikian, untuk mengetahui pasti permasalahan itu, ia akan memastikan kepada staf yang melayani pasien tersebut hingga memicu keluhan dari keluarga pasien.

Tetapi sampai saat berita ini dituliskan belum ada keterangan lebih lanjut dari Wahida terkait persoalan tersebut.

Sementara itu, Tohap menjelaskan kondisi istrinya kini berada di ruang intensif untuk diberikan perawatan.

Informasi yang diterima Tohap, istrinya terkena pembengkakan jantung sehingga keluarga pun tidak diizinkan untuk masuk ke ruang perawatan.

Sebelumnya diberitakan, istri Tohap yang bernama Erni Rotua Tampubolon masuk ke ruang UGD pukul 09.00 WIB. Namun, sampai pukul 19.00 WIB belum juga ditangani.

"Tadi istri saya masuk ke ruang UGD dari jam 09.00 WIB tetapi sampai jam 19.00 WIB belum juga ditangani. Alasannya dokter jantung tidak datang-datang," kata Tohap kepada Tribun-Medan.com melalui saluran telepon, Kamis malam.

Baca juga: HEBOH Kabar Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Medan Penuh, Begini Penjelasan Kadinkes Sumut

Dia mengaku sempat terlibat keributan dengan pihak RS Hermina. Pasalnya ia sangat mengkhawatirkan kondisi istrinya.

Sekitar 19.00 WIB, lanjutnya, barulah dokter jantung datang dan melakukan pengecekan.

Saat ini istrinya sedang dirawat di ruang intensif. Tohap sendiri tidak diperbolehkan masuk ke ruang intensif tersebut.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved