Seorang Pengantin Pria Tewas karena Covid-19 Sehari Sebelum Pernikahan, Hari Resepsi Jadi Pemakaman
Seorang calon pengantin pria meninggal karena Covid-19 hanya sehari sebelum pernikahan digelar.
Penulis: Liska Rahayu | Editor: Liska Rahayu
TRIBUN-MEDAN.com – Seorang calon pengantin pria meninggal karena Covid-19 hanya sehari sebelum pernikahan digelar.
Sekembalinya ke kampung halaman untuk mempersiapkan pernikahan, sang pengantin pria secara tidak terduga terinfeksi Covid-19 dan meninggal dunia.
Menurut surat kabar The Hindu, seorang pria India berusia 32 tahun meninggal dunia karena Covid-19 hanya satu hari sebelum pernikahannya.
Baca juga: Tuh Kan, Akibat Mabuk Tuak di Saat Ramadan Nyawa Kembali Melayang, Korban Tewas Dipukuli
Baca juga: Soal Novel Baswedan Akan Dipecat KPK, Berikut Penjelasan Lengkapnya
Baca juga: INTER MILAN Juara Liga Italia 2020-2021, Ada Dua Hal yang Buat Nerazzurri Pantas Raih Scudetto
Hal ini menyebabkan rasa sakit yang luar biasa bagi pengantin wanita dan keluarganya.
Korban adalah DM Pruthviraj yang berusia 32 tahun dari Distrik Chikkamagaluru, negara bagian Karnataka.
Dia bekerja di sebuah perusahaan swasta di Kota Bengaluru, negara bagian Karnataka, India.
Pada tanggal 19 April, Pruthviraj mengundurkan diri dari pekerjaannya untuk pulang ke kampung halamannya dan mempersiapkan pernikahan dengan kekasihnya.
Di luar dugaan, situasi pandemi menjadi rumit. Pada proses perpindahan Pruthviraj secara tidak sengaja tertular Covid-19.
Setelah dinyatakan positif, dia mengkarantina dirinya sendiri di rumahnya.
Namun kondisi kesehatan Pruthviraj memburuk secara misterius dan menjadi lebih buruk.
Baca juga: UPDATE Paulo Sitanggang, PSMS Medan Akhirnya Melembut Usai Terima Permintaan Maaf,tapi Pilih Borneo
Baca juga: Rejeki Amanda Manopo Dikencani Billy Syahputra, Nikita Mirzani Bilang Moncer Karir Artisnya
Baca juga: Ketua PAN Langkat Persilakan Kader Gabung ke Partai Ummat, Antoni: Kita Tidak Bisa Melarang Orang
Setelah itu, dia dibawa ke ruang gawat darurat di Rumah Sakit McGann di Kota Shivamogga dan harus mengatasi infeksinya.
Pada tanggal 23 April, Pruthviraj dirawat di rumah sakit di Kota Koppa.
Saat itu kadar oksigennya 89 persen, demam ringan, sakit perut dan sesak napas.
Dokter di Koppa merawatnya selama 1 hari dan melihat kondisi kesehatannya mulai membaik.
Maka pada tanggal 24 April Pruthviraj diperbolehkan keluar dari rumah sakit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pengantin-pria-batalkan-pernikahan.jpg)