Restoran Kembang, Destinasi Tempat Berbuka Paling Pas
Restoran yang luasnya sekitar 1 hektare ini memiliki kolam ikan koi dan taman bermain anak.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sebagai surganya kuliner, Medan memiliki banyak restoran yang menawarkan menu berbuka puasa menggiurkan, tentu dengan harga paket beragam. Ada juga yang menawarkan harga per satuan menu.
Jika Anda mau bergeser sedikit saja dari Kota Medan, persisnya di Jalan Lintas Sumatera, Tanjung Morawa, atau tak jauh dari Markas Polda Sumatera Utara, Anda akan menemukan sebuah tempat makan yang bukan hanya menawarkan menu bercitarasa enak, tapi juga dibalut suasana yang sungguh menyenangkan. Tempat makan itu bernama Restoran Kembang.
Saat kaki menjejak ke bagian depan restoran, prosedur protokol kesehatan yang sangat ketat, dimulai dari fasilitas cuci tangan, petugas yang mengingatkan untuk taat Prokes, cek suhu tubuh, hingga aturan jaga jarak. Bahkan setiap kali pengunjung selesai dan meninggalkan meja makan, karyawan langsung membersihkan seluruh perabotan dengan desinfektan. Semua prosedur tersebut dijalankan secara konsisten dan penuh komitmen.
Baca juga: Nikmati Waktu Santai Bersama Keluarga Sembari Menyantap Beragam Menu Andalan di Restoran Kembang
Pada pertengahan April lalu, Tribun berkesempatan untuk menikmati santapan menu berbuka di restoran tersebut. Restoran yang luasnya sekitar 1 hektare ini memiliki kolam ikan koi dan taman bermain anak. Saat senja makin meninggi, suasana di area outdoor semakin syahdu.
Semburat cahaya lampu yang terpantul ke dalam air kolam sungguh mempesona, berpadu dengan langit berwarna orange megah. Beberapa anak bercanda ria dengan ikan koi sambil menabur pakan ikan ke dalam kolam. Orang-orang ada yang memilih bersantap dalam ruangan yang Joglo megah, ada juga yang lebih memilih menikmati suasana taman di pinggir kolam.
Begitu pengumuman waktu berbuka puasa tiba, anak-anak langsung berkumpul. Hidangan makanan mulai dari takjil dan makanan berat yang sedari tadi sudah tersedia kini sudah bisa kami santap. Kami tertawa bahagia penuh syukur merayakan waktu berbuka puasa. Alhamdulillah, rasa puas tiada tara yang hanya bisa dirasakan oleh orang-orang yang berpuasa, merayakan kemenangan dalam iman setelah satu hari tidak makan dan minum.
Saya bersama sejumlah teman mengawali hidangan dengan menu takjil berupa bubur kacang hijau. Disajikan dalam mangkok kecil berwarna putih, porsinya pas sebagai hidangan pembuka. Sementara untuk minuman pendamping, kami memilih kelapa jeruk, timun serut, dan es teler. Rasa manis takjil lumayan mengusir rasa pedar dalam mulut, yang kemudian berlanjut dengan rasa dingin minuman yang menjalar ke tenggorokan. Lagi-lagi kepuasan seperti ini hanya bisa dinikmati mereka yang berpuasa.
Beberapa hidangan berat seperti kepiting saus asam manis, gurami pecak, ayam goreng mentega, sate ayam, karedok, ayam cabai hijau dan lainnya sudah menggoda di atas meja. Jika langsung dilahap, dipastikan perut langsung penuh, dan ini sungguh tidak nyaman jika dilakukan sebelum menunaikan ibadah Magrib.
Musala Luas dan Bersih
Hati saya berdetak kagum, memberi apresiasi tinggi kepada owner Restoran Kembang yang sukses memikat hati, khususnya untuk pemeluk agama Islam. Keberadaan tempat ibadah menjadi kebutuhan utama para Muslim. Dengan ritme satu hari lima kali menunaikan salat wajib, maka keberadaan tempat ibadah adalah sebuah kebutuhan.
Ukuran musala lumayan luas mengingat ini adalah fasilitas restoran. Ruangan ibadah antara pria dan wanita terpisah, tentu saja ini menjadi nilai plus yang tak bisa dibantah, sehingga kegiatan ibadah bisa dilakukan lebih nyaman. Bagi pengunjung yang tak membawa mukena, tak perlu khawatir, terdapat perlengkapan tersebut yang bersih dan wangi karena dicuci secara rutin. Meski pengunjung ramai, tapi suasana sungguh tertib. Tempat wudhu representatif dan teduh dengan keberadaaan tanaman di sekelilingnya.
Usai salat, saatnya untuk merasakan petualangan yang sesungguhnya dengan makanan berat. Secantong nasi sudah cukup. Jangan biarkan perut kenyang dulu sebelum menikmati gurami pecak dan sajian kepitingnya.
Gurami pecak tampil dengan rasa bumbu yang kuat, tapi tidak sampai pedas yang membakar. Cabai yang digiling kasar, berpadu dengan gurihnya ikan gurami segar yang dimasak dengan cara dipanggang. Ini adalah menu favorit kami.
Kepiting asam manis menjadi seafood yang harus dipesan. Ada kombinasi nenas yang memberi rasa segar dengan saus khasnya bercitarasa asam manis. Meski agar repot mengeluarkan daging dalam batok kepiting, tapi kerepotan ini terbayar ludes dengan rasanya. Kepiting ini juga disukai oleh anak-anak.
Ayam mentega menjadi favorit anak anak. Sementara kami orang tua yang menikmati rasa pedas, tenggelam dengan ayam cabai hijau . Tapi perlu diingat, meski ada beberapa santapan yang kelihatan kuat bumbu, tetap saja anak-anak bisa menikmatinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/olahan-kepiting.jpg)