PAKAR: Jika Kita Tidak Menolong India, Ledakan Kasus (Covid-19) Bisa Menyerang Seluruh Dunia

Inilah sebabnya wabah Covid-19 di India adalah masalah global yang memerlukan respon terkoordinasi.

Editor: AbdiTumanggor
Ap via t r ibunjateng
Kremasi massal jenazah penderita Covid-19 di India 

Dan meski India menjadi rumah bagi produsen vaksin terbesar dunia, India kehabisan dosis vaksin, dan tidak ada cara cepat dan instan untuk membuat lebih banyak lagi.

Negara-negara Barat telah dikritik hebat karena menimbun vaksin.

Namun Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock Rabu kemarin mengatakan Inggris tidak punya cadangan vaksin lagi untuk dikirim.

Presiden AS Joe Biden Selasa lalu mengatakan ia telah berbicara dengan Perdana Menteri Narendra Modi.

Ia mengkonfirmasi niat AS mengirim vaksin virus Corona ke India.

Awal minggu ini AS mengatakan mereka akan berbagi 60 juta dosis AstraZeneca dengan negara lain, tapi tidak menjelaskan negara mana yang dimaksud.

Gedung Putih sudah memperingatkan mengirimkan vaksin itu menghabiskan waktu berbulan-bulan.

Pembagian vaksin yang merata di seluruh dunia sangatlah penting, ujar Dr. Anthony Fauci, direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular AS.

"Karena kita semua mengalami ini bersama. Ini adalah dunia yang saling terhubung. Dan ada tanggung jawab antar negara kepada negara lain, terutama jika Anda negara kaya dan tahu negara miskin yang tidak punya sumber daya atau kemampuan yang Anda miliki," ujarnya kepada The Guardian awal minggu ini.

Pakar sudah memperingatkan, jika wabah varian baru di India tidak ditahan, dunia berisiko mengulangi kejadian mengerikan di India, terutama jika ada varian lebih baru dan lebih menular muncul.

Ketakutan yang kedua adalah India merupakan negara pemimpin dalam hal pembuat vaksin untuk negara lain.

Gagal menghentikan penyebaran virus dapat membahayakan pengiriman vaksin ke seluruh dunia.

Oksigen jadi harga mahal di India.
Oksigen jadi harga mahal di India. (AFP via)

AS Kirim bantuan USD 100 juta ke India

Terkait situasi di India saat ini yang begitu mengkhawatirkan, selain Inggris, AS juga mulai mengirim bantuan yang dibutuhkan India untuk bertahan dari gelombang kedua pandemi COVID-19.

Dikutip dari Reuters, administrasi Presiden Joe Biden mengirimkan bantuan senilai US$ 100 juta (Rp1,4 triliun).

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved