Masalah Sampah di Medan
Kota Medan Hasilkan 2000 Ton Sampah Perhari, Ini Cara Pemerintah Perpanjang Fungsi TPA
Masalah sampah di Kota Medan memang menjadi urusan klasik yang tak kunjung tuntas. Namun, Pemko Medan punya langkah tersendiri menangani masalah ini
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN--Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan M Husni menyebut Kota Medan perharinya menghasilkan sampah hingga 2000 ton.
Berkaitan dengan masalah sampah ini, Husni mengatakan bahwa Pemko Medan tengah menargetkan 30 persen dari total sampah di Kota Medan per harinya tak lagi sampai ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Hal ini dilakukan untuk memperpanjang fungsi TPA dan meningkatkan pengelolaan sampah berkelanjutan.
"Hari ini Pak Wali membuat terobosan untuk pembinaan sampah hulu, itu Dinas Lingkungan Hidup akan berupaya melakukan pembinaan pengelolaan sampah kepada masyarakat yaitu target kita 2025, 30 persen dari total sampah yang dihasilkan Kota Medan per harinya sudah bisa kita tuntaskan di hulu," kata Husni, Kamis (29/4/2021).
Dia mengatakan, produksi sampah di Kota Medan perharinya mencapai 2.000 ton yang sampai ke TPA.
Sementara pengelolaan sampah berkelanjutan masih belum masif, sehingga belum berdampak besar terhadap pengurangan produksi sampah.
"Untuk itu kita tingkatkan pemberdayaan masyarakat tentang pengelolaan sampah,"
"Targetnya sampah dari rumah tangga dituntaskan terlebih dahulu di tempat pemungutan sementara, dilakukan pemilahan dan menghasilkan produk yang bernilai ekonomis," terangnya Husni.
Baca juga: Sungai Bedera Sudah Mirip Parit Busuk, Air Hitam dan Dipenuhi Sampah, Warga: Kalau Bisa Dikeruk
Menurut Husni, terdapat beberapa terobosan yang akan dilakukan Pemko Medan ke depan dalam hal pengelolaan sampah.
Termasuk beberapa perlakuan (treatment) khusus yang akan digencarkan untuk mengurangi jumlah sampah yang dibuang.
"Pengelolaan sampah dilakukan secara sistemik dan terkoordinir berkolaborasi dengan semua pihak yang terkait,"
"Kita berusaha untuk melakukan treatment dan pengelolaan di tempat-tempat sampah yang ada," ucapnya.
Baca juga: Kelola Masalah Sampah, Wakil Wali Kota Medan Serap Masukan dari Para Camat
Selanjutnya, pengelolaan sampah juga menggunakan tenaga-tenaga dampingan untuk melakukan treatment kepada sampah-sampah sehingga memiliki nilai ekonomis dalam siklusnya dan bisa menjadi wadah pemberdayaan masyarakat.
"Akan ada pendampingan dan pembinaan berkelanjutan, di masing-masing kecamatan. Sehingga sampah dapat meningkatkan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat. Itu untuk menuntaskan sampah publik," tuturnya.
Kemudian, kata Husni, Pemko Medan juga menerapkan kawasan bebas sampah di beberapa lokasi. Yakni dilakukan pendampingan dan pembinaan kepada masyarakat dengan melibatkan peran serta lembaga salah satunya adalah WALHI.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/tpa-terjun-marelan_20160321_151148.jpg)