Tahan Tangis Melihatnya, Jenazah Seorang Ayah di India Diikat Anaknya di Atas Mobil, RS Tolak Pasien
Hal ini dapat dilihat dari jenazah seorang ayah di India dilaporkan diikat anaknya di atas mobil, di tengah krisi Covid-19 yang terjadi.
Penulis: Azis Husein Hasibuan | Editor: Azis Husein Hasibuan
TRIBUN-MEDAN.com - Kondisi India memang betul-betul sedan tidak baik-baik saja. Mutasi Covid-19 di Tanah Hindustan ini membuat warga seperti dilanda wabah yang mengerikan.
Rumah sakit penuh, banyak korban berjatuhan. Ini memang yang dinamakan Tsunami Covid-19 India.
Bak korban tsunami, pasien positif Covid-19 di India terus berjatuhan. Seperti ladang pemakaman. Warga yang kehilangan saudaranya terpaksa memakamkan, atau mengkremasi keluarganya di lahan parkir.
Selain itu, kondisi Tsunami Covid-19 di India juga membuat warga berebut oksigen. Di sana oksigen sangat langka.
Betapa tidak, saking langkanya, oksigen di India seperti emas. Bahkan, disebut oksigen berharga Rp 10 juta.
Baca juga: Dokter di India: Epidemi Covid-19 Sangat Mengerikan, India Bisa Menjadi Neraka
Selain itu, terdapat sebuah penampakan yang membuat kita bersedih. Ambulans juga mulai susah didapat.
Betul-betul rasanya harus menahan tangis apa yang terjadi di India sekarang ini.
Hal ini dapat dilihat dari jenazah seorang ayah di India dilaporkan diikat anaknya di atas mobil, di tengah krisi Covid-19 yang terjadi.
Dilaporkan India Today, si anak terpaksa mengantarkan sendiri jasad ayahnya karena tidak ada layanan ambulans.
Diyakini, anaknya hendak melakukan ritual penguburan bagi si ayah di krematorium Agra, kota berpenduduk 1,6 juta jiwa di Uttar Pradesh.
Region itu tengah mengalami lonjakan kasus Covid-19, dengan Agra saja melaporkan 600 kasus setiap harinya.
Baca juga: India Kewalahan Hadapi Covid-19, Inggris Kirim Bantuan, China Musuh Bebuyutannya Berikan Saran Ini
Baca juga: GANAS Covid-19, Bisnis Haram Oksigen Menggila di India, Curi Kesempatan di Situasi Corona Mengerikan
Karena kurangnya ambulans, orang-orang harus menunggu hingga enam jam untuk membawa jenazah kerabat mereka ke krematorium.
Seperti kota lainnya di India, Agra juga berjibaku menghadapi gelombang kedua virus corona yang jauh lebih mengerikan.
Dilansir Daily Mirror Selasa (27/4/2021), politisi menyalahkan partai penguasa Bharatiya Janata (BJP) yang tak becus mengurus pandemi.
Baca juga: RESMI Ustaz Abdul Somad (UAS) Menikahi Gadis 19 Tahun, Ternyata Pernikahan Keduanya Dipercepat
Akibatnya, rumah sakit swasta di sana menolak pasien. Meski begitu, kota tersebut tetap kebanjiran pasien dari distrik tetangga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kdoaelakakngna.jpg)