Dokter di India: Epidemi Covid-19 Sangat Mengerikan, India Bisa Menjadi Neraka

Pada Rabu (28/4/21), dokter India sampai memperingatkan dalam 2 minggu ke depan, India bisa menjadi neraka.

Editor: AbdiTumanggor
ISTIMEWA VIA INTISARI
Kondisi di India setelah banyaknya pasien Covid-19 meninggal dunia. Dokter dan pihak krematorium kewalahan. Jenazah pasien dibakar secara massal. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Kasus gelombang kedua Covid-19 di India bukannya makin mereda justru makin menggila. Bahkan membikin negara-negara di dunia khususnya di kawasan Asia was-was.

Saat ini tak ada ruang tersida di rumah sakit Covid-19 karena peningkatan eksponensial dalam jumlah kasusnya.

Para dokter di Delhi memperingatkan, kondisinya bisa lebih buruk daripada itu.

Menurut Sky News, pada Rabu (28/4/21), dokter India sampai memperingatkan dalam 2 minggu ke depan, India bisa menjadi neraka.

Sky News menjelaskan, epidemi Covid-19 di India sangat mengerikan.

India Dihantam Gelombang Kedua Covid-19
India Dihantam Gelombang Kedua Covid-19 (VIA KOMPAS.COM)

Banyak pasien sekarat di luar rumah sakit karena kekurangan tempat tidur dan oksigen.

Manajer menganggap tabung oksigen saat ini sama berharganya dengan emas.

Sementara, pemerintah mengimbau masyarakat tidak panik dan kini negara-negara lain sedang mentransfer lebih banyak pasokan medis.

Para dokter mengatakan, mereka sedang mempersiapkan kemungkinan terburuk dalam 2 minggu ke dapan.

"Situasi saat ini sangat kritis. Ini adalah penyebaran terburuk yang pernah kami lihat, sejauh ini. Dua minggu ke depan akan menjadi 'neraka' bagi kami," kata Dr. Shaarang Sachdev, yang bekerja di rumah sakit perawatan kesehatan khusus Aakash.

Bisnis Haram Oksigen Menggila di India. Foto: Warga menunggu bus untuk berangkat ke daerah dianggap aman dari Corona, mereka berjuang di tengah lonjakan kasus corona
Bisnis Haram Oksigen Menggila di India. Foto: Warga menunggu bus untuk berangkat ke daerah dianggap aman dari Corona, mereka berjuang di tengah lonjakan kasus corona (AFP via tribuntimur)

Baca juga: Lonjakan Covid-19 di India Bikin Panik, 52 Orang Ngakunya Negatif Datang ke Hong Kong Taunya Positif

Sachdev membawa reporter ke ruang gawat darurat, di mana biasanya hanya cukup untuk 3 pasien, tapi sekarang ada 7-8 pasien.

"Pasien wanita ini harus berada di unit perawatan intensif (ICU)," kata Dr. Sachdev, menunjuk seorang wanita muda yang bernapas dengan mesin.

"Dia sudah di sini selama 2 hari sekarang karena tidak ada tempat tidur di ICU," katanya.

Dokter sering bekerja secara bergiliran. Beberapa memiliki anggota keluarga yang terinfeksi Covid-19 juga berada di rumah sakit tempat mereka bekerja.

"Kami bahkan tidak sempat mengunjungi mereka meski mereka di rumah sakit tempat kami bekerja. Mereka kelelahan fisik dan mental. Banyak orang juga yang marah," kata dokter tersebut. 

Pemakaman Jenazah penderita COvid-19 di India. Pemerintah India kewalahan menghadapi gelombang tsunami Covid kedua saat ini
Pemakaman Jenazah penderita COvid-19 di India. Pemerintah India kewalahan menghadapi gelombang tsunami Covid kedua saat ini (AP PHOTO/ANUPAM NATH via ABC INDONESIA)

Baca juga: Kondisi Terkini di India, Mengerikan Seperti Perang, Tangisan Dokter Tak Sanggup Menghadapi Covid-19

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved