Kondisi India Mencekam, Mayat Bergelimpangan Depan Mata, Orang-orang Kaya Kabur Naik Jet Pribadi

Tidak sedikit miliarder India melarikan diri karena gelombang Covid-19 sangat tinggi. Bahkan, bisa dikatakan masuk kategori sangat mengerikan. 

VIA KOMPAS.COM
India Dihantam Gelombang Kedua Covid-19 

TRIBUN-MEDAN.COM - Tidak sedikit miliarder India melarikan diri karena gelombang Covid-19 sangat tinggi. Bahkan, bisa dikatakan masuk kategori sangat mengerikan. 

Oleh karena itu, tarif penerbangan sangat tinggi. 

Melansir Asiatimes.com, setidaknya delapan jet pribadi yang membawa orang super kaya India mendarat di London menjelang larangan imigrasi Inggris untuk bepergian dari India.

Baik Inggris maupun Kanada menambahkan India ke dalam daftar merah negara-negara yang dilanda pandemi.

Baca juga: GAWAT Varian Covid-19 Telah Masuk di 17 Negara, WHO Sebut Singapura hingga Inggris Harus Waspada

Baca juga: Diduga Demi Menguasai Harta Suami, Artis Muda Jepang Bertubuh Molek Bunuh Suaminya Berusia 77 Tahun

Baca juga: Perkumpulan Penyandang Disabilitas Bagikan Takjil di Depan Kantor Gubernur Sumut

Kondisi di India setelah banyaknya pasien Covid-19 meninggal dunia. Dokter dan pihak krematorium kewalahan. Jenazah pasien dibakar secara massal.
Kondisi di India setelah banyaknya pasien Covid-19 meninggal dunia. Dokter dan pihak krematorium kewalahan. Jenazah pasien dibakar secara massal. (ISTIMEWA VIA INTISARI)

Mulai Jumat (23/4/2021), setiap warga Inggris yang kembali dari India harus dikarantina selama 10 hari di hotel yang disetujui pemerintah.

Semua warga negara non-Inggris atau non-Irlandia akan dilarang sepenuhnya memasuki negara tersebut jika mereka telah berada di India dalam 10 hari sebelumnya.

Bahkan, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson harus membatalkan kunjungan kenegaraannya ke India yang dijadwalkan minggu depan.

Pesawat mewah terakhir yang tiba, yaitu VistaJet Bombardier Global 6000 yang meninggalkan Dubai pada Kamis (22/4/2021) mendarat hanya 44 menit sebelum pembatasan diberlakukan.

Pemerintah Kanada juga telah melarang penerbangan penumpang dari India dan Pakistan selama 30 hari.

Sementara itu, penerbangan kargo akan tetap diizinkan untuk menjaga pengiriman pasokan penting, seperti vaksin dan alat pelindung diri.

Baca juga: PSMS Medan Ditahan Imbang Bintang Kejora, Uwak Masih Cari Komposisi Pemain Untuk Arungi Liga 2

Baca juga: Didakwa Menghasut di Demo Omnibuslaw, Ketua KAMI Medan Dituntut 2 Tahun Penjara

Baca juga: TERNYATA Sule Pernah Ceraikan Nathalie, Ibu Tiri Ferdi Kabur,Oma Hetty Emosi Beber Cekcok Bulan Madu

Jenazah korban keganasan covid-19 bergelimpangan dan dikremasi di India
Jenazah korban keganasan covid-19 bergelimpangan dan dikremasi di India (AFP via tribuntimur)

Kondisi yang Mencekam

Sementara itu, kondisi pandemi Covid-19 kian mengerikan.

Sedikitnya 14 pasien Covid-19 tewas dalam kebakaran tersebut di salah satu rumah sakit yang penuh sesak sekitar 70 mil di luar Mumbai.

Kebakaran yang terjadi pada Jumat (23/4/2021) sekitar pukul 03.00 dinihari berhasil diatasi dan dipadamkan, tetapi 14 pasien tersebut sulit dievakuasi.

"Sekitar 90 pasien dirawat di rumah sakit pada saat kejadian," kata Dilip Shah, kepala Rumah Sakit Vijay Vallabh, Jumat (23/4/2021).

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved