Siswa Ramai Tertawa Geli, Siswi SMP Ini Langsung Galau, Dengar Guru Ucap Rasanya Dirudapaksa Nikmat
Alih-alih memberi gambaran trauma yang akan dialami korban rudapaksa, ia malah menyebut korban rudapaksa merasakan kenikmatan.
TRIBUN-MEDAN.com - Kelakuan seorang guru pendidikan jasmani (penjas) di Malaysia ini sungguh di luar batas.
Alih-alih memberi gambaran trauma yang akan dialami korban rudapaksa, ia malah menyebut korban rudapaksa merasakan kenikmatan.
Mirisnya lagi, pernyataan itu ia ungkapkan saat membuka pelajaran di kelas.
Akibatnya, membuat seorang siswi gundah gulana.
Curhatan dari akun @ant33ater pada Sabtu (24/4/2021) itu pun viral di Twitter, dengan lebih dari 14.200 retweets dan 10.600 likes hingga Minggu (25/4/2021) sekitar pukul 20.30 WIB.
Baca juga: Kata-kata Mutiara Nuzulul Quran saat Sambut 17 Ramadhan 1442 H, Cocok Dibagikan via WA dan FB
Baca juga: Gengsi Terima Bantuan Berujung Fatal, Inilah 10 Film Rekomendasi Kapal Selam Terbaik Sepanjang Masa
Baca juga: Chat Istrinya Menangis Minta Cepat Pulang, Sedih Hadiah Sepatu PDL dari Ayah Untuk Serda Pandu Yudha
Baca juga: Inilah Cara Lindungi Identitas KTP dari Jebakan Pinjaman Online, Jangan Sembarang Pinjamkan KTP
"Hari ini di kelas, kami belajar tentang pendidikan jasmani dengan guru laki-laki ini," kata gadis tersebut membuka ceritanya, dengan video di TikTok.
Dari penampilannya, siswi tersebut tampaknya masih duduk di sekolah menengah pertama.
"Semuanya berjalan baik. Kami berbicara tentang pelecehan seksual dan menjaga diri sendiri."
"Dia membuat beberapa lelucon dan lama-lama menjadi aneh dan cabul," lanjut siswi tersebut.
"Guru bilang, kalau kami ingin memperkosa seseorang, jangan kepada yang berusia di bawah 18 tahun. Lakukan pada yang berusia di atas 18 tahun."
"Anak-anak perempuan diam, tetapi yang laki-laki tertawa. Ia menambahkan, jika anak laki-laki menjadi korban pemerkosaan, tidak akan dilaporkan karena dirasa 'sedap' bagi mereka."
Melansir artikel World of Buzz, siswi itu lalu melapor ke guru bimbingan konseling (BK) via chat untuk meminta bantuan.
"Saya meminta maaf atas nama guru itu. Buat anak laki-laki lelucon seperti ini tidak masalah bagi mereka."
"Tetapi untuk anak perempuan, leluconnya mungkin sensitif dan emosional. Itu sudah menjadi sifat mereka," lanjut guru BK.
Hingga berita ini diunggah belum diketahui apa tindakan pihak sekolah atau apakah Pemerintah Malaysia turun tangan, setelah kasusnya viral di media sosial.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/gadis-20-tahun-kecanduan-alkohol.jpg)