DAHSYATNYA Aksi Korps Hiu Kencana Pemilik Moto Wira Ananta Rudira, Bikin Panik Kapal Induk Amerika

Pidato Presiden Soekarno: Sekali menyelam, maju terus, tiada jalan untuk timbul sebelum menang. Wira Ananta Rudira. Tabah sampai akhir

Editor: Tariden Turnip
facebook
DAHSYATNYA Aksi Korps Hiu Kencana Pemilik Moto Wira Ananta Rudira, Bikin Panik Kapal Induk Amerika . Kapal selam KRI Pasopati yang kini dijadikan Monumen Kapal Selam di Surabaya 

TRIBUN-MEDAN.COM - Di tengah duka Indonesia atas tenggelamnya KRI Nanggala-402 bersama 53 prajurit TNI yang ada di dalamnya, moto Korps Hiu Kencana: Wira Ananta Rudira (tabah sampai akhir) menjadi viral.

Netizen mengucapkan duka atas pengorbanan 53 prajurit TNI dan berharap keluarga yang ditinggalkan tabah dan ikhlas.

Tragedi KRI Nanggala-402 menunjukkan tinggi risiko yang dihadapi prajurit komanda pemilik baret hitam.

Tidak sembarang prajurit TNI AL bisa menjadi ”hiu”, julukan untuk anggota korps. Yang utama, soal mental.

Mereka harus berada di kapal selam berhari-hari, yang berarti berada dalam ruang tertutup berukuran kecil.

Anggota Hiu Kencana termasuk pasukan khusus. Setelah dua tahun berdinas di TNI AL, barulah seorang prajurit bisa mengajukan diri untuk ikut tes masuk korps tersebut.

Melihat risiko yang dihadapi prajurit baret hitam sangat tinggi, negara memberi kompensasi dibanding satuan komando lain di TNI.

Logo Korps Hiu Kencana
Logo Korps Hiu Kencana (facebook)

Pemerhati militer, F Djoko Poerwoko, di harian Kompas pada 9 September 2009, menyebut negara mengakui pengabdian Korps Hiu Kencana selalu jauh dari publikasi dengan memberi perlakuan lebih, yakni memberi kenaikan gaji berkala yang datang setiap tahun, sedangkan prajurit TNI lainnya datang setiap dua tahun.

”Rakyat juga tidak perlu tahu di mana kapal selam TNI AL beroperasi. Yang terpenting mereka bertugas dengan senyap dan penuh dedikasi yang tinggi. Tugas mereka yang berat hanya mendapat perlakuan lebih dari negara, yaitu kenaikan gaji berkala yang datang setiap tahun, sedang prajurit TNI lainnya datang setiap dua tahun,” kata Djoko seperti dikutip dari kompas.id.

Sebelumnya, Kepala Satuan Kapal Selam Kolonel Purwanto seusai menghadiri penyematan Brevet Hiu Kencana kepada 3 menteri negara di Dermaga Indah Kiat Merak Banten, 2014, mengakui gajinya bisa dua kali lipat dibanding prajurit lain.

Ia mengatakan ABK kapal selam dihargai oleh pemerintah karena tekanan kerja yang lebih berat hingga digaji lebih besar.

Yakni ABK kapal selam mendapat gaji dua kali masa kerja prajurit lain. Misalnya jika sudah bekerja 15 tahun di kapal selam, maka dianggap pemerintah masa kerjanya jadi 30 tahun. 

Ia menilai hal ini wajar karena tekanan yang diterima pasukannya sangat besar. Baik tekanan kerja maupun tekanan lingkungan tempat bekerja itu sendiri.

Purwanto mengatakan kapal selam seperti di dalam botol, situasi, atmosfir, dan psikologis sangat berbeda hingga terputus dengan dunia luar. Jika situasi tidak aman kapal selam bisa 40 hari nonstop di bawah air.

Korps Hiu Kencana dibentuk 12 September, saat dua kapal selam pertama Indonesia buatan Rusia diberi nama RI Tjakra/S-01 dengan komandan pertamanya Mayor (P) RP Purnomo dan RI Nanggala/S02 dengan komandan pertamanya Mayor (P) OP Koesno.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved