Kabar Duka, Mantan Pejudo Nasional Deni Zulfendri Tutup Usia

Meninggalnya atlet yang juga pelatih judo ini dibenarkan Ketua Pengurus Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Medan, Josef Yus.

Instagram / Deni Zulfendri
Deni semasa hidup 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kabar duka menyelimuti cabang olahraga judo Indonesia khususnya Sumut.

Hal itu dikarenakan Deni Zulfendri menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit Murni Teguh pada Kamis (22/4/2021).

Meninggalnya atlet yang juga pelatih judo ini dibenarkan Ketua Pengurus Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Medan, Josef Yus.

"Benar, meninggal sekitar satu jam lalu. Untuk sakitnya belum tahu pasti. Kabarnya ada yang bilang karena covid-19, tapi belum tahu kebenarannya," katanya, kamis (22/4/2021).

Ia mengungkapkan kepergian Deni sangat membawa duka mendalam. Apalagi almarhum dikenal sebagai sosok yang peduli terhadap olahraga.

"Keluarga besar judo menyampaikan turut berduka cita. Pastinya kami kehilangan dan terpukul akan kabar ini, apalagi di saat ini kami sedang serius membina atlet untuk menyambut PON 2024 di Sumut-Aceh," ujarnya.

Josef Yus pun mengisahkan pertemuan terakhir dengan almarhum. Saat itu, PJSI Medan sedang melakukan pelatihan wasit dan juri pekan lalu di Gedung PJSI Sumut.

"Saya bertemu dengan Deni. Dia terlihat fit saat itu ia hadir sebagai pemateri," kenangnya.

Dikatakan Josef, Deni Zulfendri lahir pada 1976. Dia sebelumnya merupakan pegulat berprestasi. Dia tercatat meraih emas untuk Sumut pada PON Palembang 2000 dan PON Kaltim 2008. 

Di level internasional, Deni menyabet perak SEA Games Malaysia 2001 dan Vietnam 2003. Pasca-pensiun, Deni aktif sebagai pelatih judo, sambo, dan kurash.

"Bahkan dia tercatat sebagai sekretaris Ferkushi (kurash Sumut," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua KONI Medan Eddy Sibarani mengatakan dirinya sangat kaget mendengar kabar bahwa Deni menghembuskan nafas terakhir. Memang akunya, ia dapat kabar dari teman-teman olahraga juga.

"Namun saya belum mengetahui beliau sakit apa. Tapi saya turut mengucapkan rasa duka cita sedalam-dalamnya," katanya.

Eddy mengatakan komunitas olahraga dan KONI Medan mengucapkan turut berbelasungkawa atas meninggalnya Deni Zulfendri.

Eddy juga menyatakan bahwa provinsi Sumut kehilangan atlet, pelatih dan pembina judo terbaik di Sumut khususnya Kota Medan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved