Berawal dari Pelecehan yang Dialaminya, Lusty Ro Malau Bentuk Komunitas Perempuan Hari Ini

"Setelah itu pada 2017 aku skripsian, aku langsung sampaikan bahwa aku mau bangun komunitas yang khusus perempuan," ujarnya.

Instagram @romanna_lusty
Pendiri Perempuan Hari Ini Lusty Ro Malau 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Perempuan Hari Ini adalah sebuah wadah komunitas perempuan yang telah berdiri sejak 2017 dan didirikan oleh Lusty Ro Malau.

Pernah mengalami pelecehan seksual hingga membuatnya trauma. Kini, ia menjadi sosok penting bagi pemberdayaan dan pendampingan perempuan penyintas pelecahan seksual di Kota Medan.

"Inilah wadah yang telah dirilis sejak empat tahun lalu sewaktu aku pulang dari Salatiga ketika aku ikut pelatihan jurnalis kampus. Di sana ada banyak isu keberagaman gender, seksual, suku, agama dan semua hal dibahas dalam pelatihan yang berhari-hari itu, sehingga membuat aku jadi flashback dan terungkapnya itu di tempat itu," ujar Lusty Ro Malau, di Kafe D'Caldera, Kota Medan, Rabu (21/4/2021).

Lusty mengatakan pelecehan seksual yang dialaminya ketika SMA dan pada tahun 2013 di ruang publik yaitu satu diantara transportasi Kota Medan, hal itu membuat ia trauma terhadap sesuatu yang gelap dan sepi serta sempat pernah membenci laki-laki hingga sekian lama.

Hal itu membuatnya tidak merasa aman berada dan pergi di Medan, ia pun memutuskan untuk menceritakan kepada keluarga besar atas apa yang dialaminya. Namun, respon tidak baik Lusty dapatkan yang membuatnya justri disalahkan dan diintimidasi karena pulang malam.

Kejadian itu menambah luka baru baginya hingga mengalami stres berat dan tinggal di kampus selama hampir setahun.

"Setelah bergabung dengan teman-teman dan memberikan aku semangat, aku banyak membaca buku gender dan mencari tahu tentang kekerasan seksual dan cara menghadapinya serta menanganinya," katanya.

Melalui pengalaman hidupnya, Lusty mencoba telusuri pelajaran dari buku, san mengobarti perasaan bencinya terhadap laki-laki saat ia bergabung di Rumah Karya Indonesia dengan bertemu laki-laki yang pemikiran beragam.

"Setelah itu pada 2017 aku skripsian, aku langsung sampaikan bahwa aku mau bangun komunitas yang khusus perempuan," ujarnya.

Lusty juga menjelaskan saat membangun organisasi ini banyak yang mencerca dan menghujatnya, namun ada juga yang mendukungnya termasuk yang pemilik Kafe D'Caldera yaitu dokter John.

Dokter John menyampaikan kepadanya bahwa membangun komunitas yang bukan berbasis bisnis ini jangan mendengarkan omongan orang, karena komintas ini merupakan ruang aman untuk berbicara, bersuara, mengeluarkan akar pahit dan belajar untuk bangkit.

"Dari situ, membawa komunitas ini menjadi pionir yang milenial dan banyak senior-senior yang mengapresiasi kehadiran komunitas ini. Karena tidak mudah membuat komunitas tanpa funding dan aku mencoba melampaui batas itu, dengan tidak ada funding ini adalah bagaimana kita bisa merangkul," katanya.

Lalu, pada satu kompetisi dari Narasi TV tentang wanita kuat dan dia ada beberapa kandidat dan aku terharu ada yang mengapresiasi yaitu Sekar.

"Karena ketika seorang punya keterbatasan ekonomi dan aku menilai kakak (Lusty) tidak punya ekonomi yang kuat pegangan ekonomi. Tapi masih nekat untuk berada di ruang ini karena tidak mudah untuk menjadi perempuan yang tidak punya uang dipandang sebelah mata tapi masih mau bertahan di sini," katanya.

Sekar pun mengambil liputan dan mengangkat kisah Lusty dan masuk hingga pemenang 10 besar, selepas itu Narasi TV datang ke Medan dan meliputi Lusty dengan programnya saat itu yaitu beladiri dan membuat self defense bagi perempuan Kota Medan agar aman dan dilaksanakan di Lapangan Merdeka, Kota Medan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved