Breaking News

Omset Bulog Sumut Meningkat dari Program Jualan Produk Lokal

Pergerakan mitra RPK di Sumut tampaknya cukup masif yang kini sudah berjumlah 3.698 anggota kemitraan yang tergabung per Maret 2021.

KARTIKA / TRIBUN MEDAN
Siswa PKL saat menunjukkan display produk beras saat momen pasar murah di pelataran Bulog Sumut, Rabu (21/4/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, TRIBUN - Perjalanan Perum Bulog selama lima dekade mengalami banyak perubahan.

Bulog sejak dulu akrab sebagai berasnya wong cilik, lantaran dapat dimiliki oleh masyarakat menengah ke bawah dengan harga yang terjangkau.

Tentunya, harga yang stabil yang dikeluarkan oleh Perum Bulog ini dilatarbelakangi dengan penyerapan beras yang cukup baik dari petani lokal dengan pembelian sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Berdasarkan data dari Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut), saat ini ada sekitar 11.400 ton beras dengan penyerapan dari petani lokal sebanyak 6.300 ton di tahun 2021.

Artinya hampir separuh ketersediaan beras lokal dapat diserap oleh Bulog Sumut.

Memiliki stok yang stabil, Bulog ternyata melihat potensi bisnis komersial yang menjanjikan dengan akhirnya meluncurkan program penjualan online (iPangananDotcom) dan offline (Rumah Pangan Kita).

Tak banyak yang tahu, ternyata produk Bulog sudah hadir dengan penjualan digital sejak tahun 2019 melalui iPangananDotcom yang dapat diakses melalui e-commerce seperti Shopee. 

Pemimpin Wilayah Bulog Sumut, Arif Mandu mengungkapkan bahwa program iPangananDotcom turut memberdayakan produk-produk petani lokal yang dapat dipesan sesuai aplikasi oleh pelanggan.

"Penjualan Online kita sudah berjalan yang gudangnya ada di Gudang Mustafa. Disana menyediakan beragam produk kita dengan khas lokal seperti beras Andaliman dan Toba. Jadi nanti pelanggan tinggal terima di tempat saja yang akan diantar langsung," ungkap Arif kepada Tribun Medan, Selasa (20/4/2021).

Menariknya, Medan menjadi kota pertama di luar pulau Jawa untuk menjalankan program iPangananDotcom dengan enam kota lainnya seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya dan Makassar. 

"Program iPangananDotcom ini sangat membantu apalagi di pandemi seperti ini untuk mengurangi aktivitas di luar dengan order lewat telepon saja. Apalagi ini era digitalisasi, semua transaksi belanja sekarang lebih trennya online. Ini menunjukkan jika Bulog juga tidak ketinggalan dan ini patut ditingkatkan agar semua jalur penjualan dapat berjalan optimal," ujarnya. 

Dilihat dari akun iPangananDotcom di Shopee, tampak beberapa produk dijual dengan harga-harga yang telah mendapatkan potongan hingga 20 persen yang sudah termasuk ongkos kirim.

Tentunya hal ini dapat menjadi daya pikat masyarakat yang lebih menyukai belanja dari rumah dengan harga yang dapat bersaing di pasaran.

Arif mengatakan bahwa hadirnya iPangananDotcom ini mampu memberikan peningkatan omset Bulog sebesar 2-5 persen. 

Tak banyak memang, Arif mengatakan Bulog tak mengambil untung besar lantaran tujuan utamanya agar masyarakat mampu tercukupi kebutuhan pangan namun dengan harga yang terjangkau, sesuai dengan fungsi Bulog sebagai perusahan negara yang bergerak di bidang logistik.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved