Puluhan Wartawan Adakan Aksi Bungkam Melakban Mulut Protes Arogansi Pengamanan di Balai Kota

Puluhan jurnalis di Kota Medan kembali menggeruduk Balai Kota Medan. Aksi kali ini dilakukan masih terkait tindakan arogansi tenaga pengamanan Pemko

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/HO
Sejumlah jurnalis di Kota Medan kembali menggelar aksi di Balai Kota Medan, Senin (19/4/2021). Aksi lanjutan ini mendesak agar Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution meminta maaf atas tindak arogansi petugas keamanan di Balai Kota Medan.(HO) 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN--Forum Jurnalis Medan (FJM) kembali menggeruduk kantor Wali Kota Medan di Jalan Kapten Maulana Lubis, Senin (19/4/2021) sore.

Aksi ini masih terkait paut masalah pengusiran dua jurnalis yang hendak melakukan peliputan beberapa waktu lalu.

Dalam aksi kali ini, para jurnalis melakukan tatrikal.

Para jurnalis melakban mulutnya sebagai bentuk pembungkaman terhadap pers.

Baca juga: AJI Medan Kutuk Tindakan Pengusiran Jurnalis di Balai Kota

Sebab, acapkali tenaga pengamanan di Pemko Medan bertindak over protektif.

Bahkan, sejumlah tenaga pengamanan yang merupakan pasukan pengamanan Presiden kerap bertindak kasar kepada awak media. 

"Kami menutup mulut menggunakan lakban sebagai pesan, bahwa kebeban pers di Kota Medan telah tercoreng. Beberapa waktu lalu terjadi bentuk pembungaman terhadap awak media yang bertugas di Balai Kota," kata Koordinator Aksi, Daniel Pekuwali, Senin (19/4/20210.

Daniel mengatakan, aksi lanjutan ini dilakukan untuk meminta Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution meminta maaf atas insiden tersebut.

Kemudian, meminta Bobby Nasution mereformasi pola-pola pengamanan yang selama ini terlalu kaku. 

Baca juga: DEMO BOBBY JILID II, Ada Orang di Lingkaran Bobby Nasution Menghina Jurnalis?

"Kami khawatir kerja-kerja jurnalistik dapat terganggu dengan sikap over protektif para petugas ini," kata Daniel.

Dalam aksi kali ini, setiap jurnalis memegang poster berisikan sejumlah kecaman.

Kemudian, tiap orang berdiri berjarak menggunakan masker yang ditempel menggunakan lakban berwarna hitam secara menyilang. 

Ilham Pradila, peserta aksi sekaligus korban berharap Bobby Nasution bersikap bijaksana.

Dia mengatakan, aksi ini sebenarnya tidak akan berlaurt-larut jika menantu Presiden RI Joko Widodo itu segera minta maaf.

Baca juga: PFI MEDAN Kecam Pengusiran Jurnalis dari Balai Kota Medan

"Aksi ini murni karena kami ingin mengkritisi pola pengamanan di sekeliling Wali Kota Medan yang terkesan over protektif. Kita hanya ingin minta pendapatnya, bukan pendapatannya," kata Ilham. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved