News Video

Aksi Diam FJM Lakban Mulut dan Membawa Poster dalam Unjuk Rasa Jilid III di Balai Kota Medan

Aksi Jurnalis Medan ini merupakan kali ketiga setelah dua aksi sebelumnya dilakukan pada Kamis dan Jumat lalu.

Editor: M.Andimaz Kahfi

Aksi Diam FJM Lakban Mulut dan Membawa Poster dalam Unjuk Rasa Jilid III di Balai Kota Medan

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Dengan membawa poster, menggunakan masker yang diberi lakban hitam, menggunakan pita merah putih, Forum Jurnalis Medan (FJM) kembali melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Medan, Senin (19/4/2021).

Aksi Jurnalis Medan ini merupakan kali ketiga setelah dua aksi sebelumnya dilakukan pada Kamis dan Jumat lalu.

Berbeda dengan aksi-aksi sebelumnya yang melakukan orasi penyampaian aspirasi lewat alat pengeras suara.

Aksi kali ini dilakukan dengan cara bungkam hanya membawa poster yang berisi kata-kata tentang kebebasan pers.

Aksi tanpa orasi dengan alat pengeras suara berlangsung juga dengan protokol kesehatan.

Di mana massa aksi mengatur jarak dalam melakukan aksi bungkam.

Aksi yang dilakukan oleh puluhan jurnalis di Kota Medan ini merupakan bentuk protes sikap arogansi aparat yang melakukan pengawalan terhadap Wali Kota Medan M Bobby Afif Nasution pada Rabu (14/4/2021) lalu.

Aksi ini dilakukan dengan memampangkan berbagai spanduk bertuliskan kecaman-kecaman atas pelanggaran terhadap UU No 40 Tahun 1999 tentang pers.

Hal ini dilakukan karena sejak pengusiran wartawan terjadi, belum ada terlihat upaya konkrit dari Wali Kota Medan Bobby Nasution untuk menyelesaikan persoalannya.

"Saat ini Medan sedang darurat kebebasan pers," kata Koordinator aksi Daniel Pekuwali.

Daniel mengatakan, hal yang menjadi tuntutan mereka adalah agar pemimpin di Kota Medan dapat memberikan kepastian bahwa UU pers harus dihormati oleh setiap orang.

Dengan demikian, maka arus informasi yang menjadi kebutuhan masyarakat dapat berlangsung dengan sehat.

"Itu yang menjadi tuntutan kami. Pak Wali Kota Medan, Bobby Nasution menyampaikan permohonan maaf dan memastikan adanya perubahan sistem pengamanan di kantornya agar lebih fleksibel kepada insan pers," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, petugas yang berjaga di Pemko Medan terkesan over protektif. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved