News Video
Satu Diantara Tradisi Saat Ramadan di Istana Maimun Melaksanakan Salat Nisfu Syakban
Di dalam Istana Maimun juga selalu diadakan shalat tarawih berjamaah yang imamnya berganti-ganti dan semuanya itu berasal dari Masjid Raya Al-Mashun.
Satu Diantara Tradisi Saat Ramadan di Istana Maimun Melaksanakan Salat Nisfu Syakban
Tribun-Medan.com, MEDAN - Istana Maimun yang sudah ada sejak masa kepemimpinan Sultan Ma’moen Al-Rasyid Perkasa Alamsyah (Sultan Deli Ke-9), mulai dibangun pada tanggal 26 Agustus 1888 dan selesai pada 18 Mei 1891.
Hingga kini istana maimun masih dihuni oleh beberapa orang yang memiliki hubungan persaudaraan dengan Kesultanan Deli, beberapa pengelola istana biasa menyebutnya dengan istilah Keluarga Kerabat Ikrab, yang berarti keluarga terdekat Kesultanan Deli.
Keluarga kerabat ikrab ini masih rutin menyelenggarakan beberapa kebiasaan yang telah dilakukan turun-temurun saat menjelang dan berlangsungnya bulan Ramadan di Istana Maimun
Satu diantara kebiasaan keluarga Sultan saat mendekati masuknya Ramadan adalah melaksanakan salat Nisfu Syakban bersama masyarakat di sekitar istana dan di imami langsung oleh imam dari Masjid Raya Al-Mashun, yang juga merupakan peninggalan Kesultanan Deli.
Di dalam Istana Maimun juga selalu diadakan shalat tarawih berjamaah yang imamnya berganti-ganti dan semuanya itu berasal dari Masjid Raya Al-Mashun.
Jamaah salat tarawih di istana ini hanya diikuti oleh beberapa orang tertentu, diantaranya keluarga sultan, kaum tua yang bermukim disekitar istana, anak muda atau orang dewasa yang memiliki kekerabatan dengan keluarga Sultan.
“Ada juga dari kalangan yang memang keluarga besarnya dulu pernah mengabdi di istana,” ujarnya Tengku Moharsyah, Keluarga Kerabat Ikrab Kesultanan Deli, saat wawancara dengan Tribun-medan.com di Istana Maimun, Jl. Brigjend Katamso No. 66, Kelurahan AUR, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, Minggu (18/4/2021) siang.
“Yang selanjutnya juga dilaksanakan pembacaan Al-Qur’an (tadarus) usai salat tarawih. Tiap malam dilakukan dan Insya Allah mendekati malam berakhirnya Ramadan akan diadakan khataman Qur’an,” imbuhnya.
Selain itu, tradisi berbuka puasa dengan menu bubur pedas khas melayu yang rutin diadakan di Masjid Raya Al-Osmani Kecamatan Medan Labuhan dan Masjid Raya Al-Mashun Kecamatan Medan Kota, merupakan kesatuan dari tradisi Kesultanan Deli saat Ramadan.
Sedangkan makanan khas yang biasa dijadikan santapan setelah berbuka puasa dan saat sahur di istana adalah makanan yang bersantan.
“Yang tidak pernah ditinggalkan adalah santannya, agar lebih berlemak, masakan bersantan itu biasanya gulai ikan dan rendang daging, ditambah sambal khas melayu yang rasanya agak pedas, sehingga bisa membuka selera makan saat sahur dan menambah nafsu makan saat berbuka” tuturnya.
Adapun beberapa kegiatan yang biasa dilakukan saat Ramadan sebelum pandemi adalah melaksanakan buka puasa bersama di istana.
Dalam acara itu biasanya dihadiri oleh keluarga besar Kesultanan Deli dan Instansi Pemerintahan yang ada di Kota Medan.
“Penyelenggaraan acara itu selalu digabungkan dengan acara memuliakan anak yatim-piatu, ada juga kaum tua duafa dan ada juga masyarakat mualaf yang diundang oleh pihak istana,” ujarnya.