PERNAHKAH Wanita Merasa Tidak Mood saat Diajak Berhubungan Intim? Terungkap 5 Alasan Medisnya

Perempuan yang mengalami diabetes biasanya juga mengalami infeksi saluran kencing, sehingga kedua hal tersebut membuat hubungan intim jadi menyakitkan

Editor: AbdiTumanggor
Freepik
ILUSTRASI wanita tidak mood ketika diajak suami berhubungan intim. 

Kesibukan di kantor, mengasuh anak, atau mungkin masalah dalam keluarga besar, bisa menyebabkan perempuan mengalami kelelahan.

TRIBUN-MEDAN.COM - Pernahkah merasa malas, tidak mood, bahkan tidak mampu berhubungan intim dengan suami?

Jangan merasa bersalah ya....!

Rasa tidak ingin berhubungan intim ternyata bukan hanya karena suasana hati, atau bahkan karena anggapan sudah frigid, melainkan karena alasan kesehatan.

Dilansir dari Nikita.Id yang berjudul:5 Alasan Medis yang Bikin Perempuan Enggan Berhubungan Seks, Berikuttut alasan medis yang membuat perempuan enggan berhubungan intim:

1. Berkurangnya aliran darah

Penyakit seperti diabetes tipe 2 dan tekanan darah tinggi dapat membatasi aliran darah ke area genital sehingga vagina jadi kering.

Perempuan yang mengalami diabetes biasanya juga mengalami infeksi saluran kencing, sehingga kedua hal tersebut membuat hubungan intim jadi menyakitkan.

Hal ini tentu menimbulkan frustrasi, apalagi jika sebelumnya Ayah atau Ibu memiliki kehidupan seksual yang memuaskan.

2. Masalah hormonal

Menopause, menyusui, pil KB, dan masalah tiroid dapat meredam hasrat seksual.

Michael Krychman, MD, Direktur Pelaksana Southern California Center for Sexual Health and Survivorship Medicine di Newport Beach, California, mendapati bahwa 10% sampai 15% perempuan yang memiliki libido rendah ternyata mengalami masalah tiroid yang tidak diobati.

Jika ditangani dengan baik, hasilnya cukup efektif.

Sedangkan menopause menyebabkan indung telur berhenti memproduksi hormon estrogen.

3. Depresi dan efek samping obatnya

Orang yang mengalami depresi secara kronis bisa kehilangan hasrat seksual, butuh waktu lama untuk orgasme, dan merasa hubungan intim jadi tidak menyenangkan lagi.

Namun, obat-obatan antidepresi dan bahan-bahan kemoterapi seperti tamoxifen juga bisa menjadi faktor penghilang hasrat seksual.

Namun, Russell Stambaugh, PhD, juru bicara American Association of Sexuality Educators, Counselors, and Therapists, mengatakan bahwa penyebab depresinya harus diatasi lebih dulu.

"Jangan berhenti melakukan perawatan depresi karena takut merusak hubungan dan kehidupan seks Ibu," katanya.

4. Kerusakan saraf

Operasi panggul dapat menyebabkan kerusakan saraf, yang dapat mengakibatkan penyakit seperti Multiple Sclerosis atau Parkinson.

Radiasi pada panggul sendiri bisa menimbulkan perdarahan pada vagina, yang tentunya membuat hubungan intim jadi tidak nyaman.

Setidaknya Ibu harus menunggu empat minggu sampai pembengkakan dan peradangan akibat radiasi membaik.

5. Kekurangan energi dan kelelahan

Kesibukan di kantor, mengasuh anak, atau mungkin masalah dalam keluarga besar, bisa menyebabkan perempuan mengalami kelelahan.
Pada masa seperti itu mungkin Ibu jadi kurang tidur, bahkan mungkin depresi. Jika energi yang rendah dan kelelahan merupakan masalahnya, cobalah untuk berhubungan intim pada saat energi sedang penuh.
Tentu Ibu yang lebih tahu kapan waktunya, misalnya justru saat bangun tidur.

Perawatan yang diperlukan

Jika Ibu mengalami penurunan libido, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis atau terapis seks bersertifikat, karena masalah seks secara fisik biasanya menimbulkan masalah psikologis atau hubungan dengan pasangan.

"Karena biasanya penyebabnya bukan hanya satu," kata Marjorie Green, MD, direktur Mount Auburn Female Sexual Medicine Center di Cambridge, dan instruktur klinis di Harvard Medical School.

Kabar baiknya, jika penyebab menurunnya libido ini adalah alasan medis, justru akan ada banyak perawatan yang bisa dilakukan sesuai sumber masalahnya.

Di antaranya menambahkan hormon estrogen (khususnya untuk kaum perempuan yang memasuki masa menopause) atau testosteron, atau meminum obat yang meningkatkan kadar dopamin.

Ibu juga dapat memperbaiki gaya hidup dengan olahraga teratur, menjaga kadar gula darah melalui pola makan sehat (jika diabetes), menggunakan cairan lubrikasi, atau konseling untuk relasi berpasangan.

(*/Tribun-medan.com)

Sumber: Nakita
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved