Kesawan City Walk Timbulkan Kerumunan Dikhawatirkan Menjadi Klaster Baru Covid-19
Kesawan City Walk timbulkan kerumunan di malam hari. Meski niatnya ingin mendongkrak ekonomi, namun di sisi lain dikhawatirkan jadi klaster baru Covid
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN--Kesawan City Walk hampir saban hari dipadati pengunjung.
Namun, pada Sabtu (17/4/2021) malam kemarin, jumlah pengunjung meningkat dan terlihat kepadatan dimana-mana.
Lokasi yang baru saja diresmikan Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution ini pun dikhawatirkan menjadi klaster baru Covid-19.
Sebab, saat ini Kota Medan masih berstatus zona merah penyebaran Covid-19.
Baca juga: Pak Bobby Nasution, Lautan Manusia di Kesawan City Walk Kok Dibiarkan?
Baca juga: Memes Prameswari Ceritakan Pengalaman Terkena Covid-19, Sempat Tak Bisa Mencium Bau
"Saya kebetulan baru dua kali datang ke sini. Tapi baru malam ini ramai pengunjung. Mungkin karena malam minggu," kata Permata Lubis (27), seorang pengunjung.
Dari amatan www.tribun-medan.com, kebanyakan pengunjung mengabaikan protokol kesehatan.
Banyak yang tidak menggunakan masker, dan berkerumun di kawasan Kesawan City Walk.
Mirisnya lagi, lokasi ini tidak disediakan fasilitas Musala dan toilet untuk para pengunjung dan pedagang.
Terlihat beberapa petugas Gugus tugas Covid-19 lalu lalang untuk mengingatkan pengunjung memakai masker.
Baca juga: Adik Atta Halilintar Umumkan Positif Covid-19, Thariq: Aku Terjangkit Bukan dari Nikahan Kakakku
Namun para petugas tidak mengingatkan para pengunjung untuk menjaga jarak.
Lantaran tidak ada toilet di lokasi, para pengunjung Kesawan City Walk pun sempat mengeluh.
"Toiletnya enggak ada. Kemudian penutup lapaknya juga enggak ada. Kalau hujan enggak tahu harus pergi kemana. Lalu jaga jarak tidak ada antar pengunjung. Parkir juga enggak jelas letaknya," kata Permata.
Karena saat itu situasi benar-benar padat, Permata mengaku tak berani melepas masker.
Dia khawatir tertular Covid-19 dari bulir-bulir percikan liur yang menyebar di udara.
Baca juga: Irjen Nico Afinta Beberkan Kronologi 2 Pemuda Jatim Bobol Uang Bantuan Covid-19 60 Juta Dolar AS
Sebelumnya, pandemi Covid-19 yang masih melanda Kota Medan menjadikan pemerintah mengeluarkan regulasi penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kesawan-city-walk-timbulkan-kerumunan.jpg)