Bencana Puting Beliung di Amplas

Kisah Korban Bencana Puting Beliung Tertimpa Batu Reruntuhan Rumah, Suparman: Tuhan Punya Rencana

Sebanyak 45 rumah terdampak angin puting beliung di Desa Amplas. Seorang korbannya berkisah saat atap terbang dihempas angin

Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/FADLI
Rumah milik Suparman di Desa Amplas, Kecamatan Percut Seituan hancur diterjang angin puting beliung, Kamis (8/4/2021).(TRIBUN MEDAN/FADLI) 

TRIBUN-MEDAN.com,DELISERDANG-Bencana angin puting beliung yang menerjang Desa Sampali, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang merusak 45 rumah.

Satu di antaranya rumah yang dihuni oleh Suparman (65) di Jalan Satria Barat, Dusun I, Desa Amplas.

Saat ditemui www.tribun-medan.com, Suparman mengisahkan detik-detik saat angin puting beliung menerjang.

Menurut Suparman, sekira pukul 13.00 WIB kemarin, hujan deras turun.

Baca juga: BREAKING NEWS Angin Puting Beliung Hantam Permukiman Penduduk, 45 Unit Rumah Warga Rusak

Suparman bersama istri dan ketiga cucunya tengah berada di rumah.

Tak berselang lama ketika hujan turun, petir menggelegar.

Angin bertiup kencang hingga menerbangkan atap rumah Suparman. 

"Ini baru pertama kalinya terjadi. Waktu itu atap rumah langsung terbang," kata Suparman.

Baca juga: Dihempas Angin Puting Beliung, 113 Rumah di Taput Porak-poranda

Dalam kondisi diguyur hujan, Suparman dan ketiga cucunya berusaha mencari tempat perlindungan, meski atap rumah sudah jebol.

"Kami sempat panik. Tak lama setelah atap terbang itu, cucu dan istri saya tertimpa batu. Tapi hanya kakinya saja yang kena," katanya.

Karena sudah sangat membahayakan, Suparman meminta sang istri dan ketiga cucunya mengungsi.

Dalam keadaan tak berdaya, Suparman berusaha menyelamatkan barang-barangnya, khususnya barang elektronik. 

"Saya bisa apa. Namanya bencana. Tuhan punya rencana. Semua habis," katanya menghela nafas. 

Baca juga: DETIK-detik Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat Disambut Angin Kencang saat Tinjau Rumah Roboh

Karena atap rumah sudah jebol, Suparman terpaksa tidur memandang langit yang muram.

Dia juga basah kuyup, lantaran tidak ada lagi tempat untuk berteduh.

Pascakejadian, petugas BPBD bersama warga melakukan aksi bersih-bersih.(mft/tribun-medan.com/tribunmedan.id)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved