TRIBUNWIKI

Dibalik Kisah Nama Desa Jaring Halus di Kabupaten Langkat

Namun, di saat itu Negeri Pulau Sembilan sudah berpenghuni, akhirnya rombongan tersebut melanjutkan pelayaran.

Editor: Ayu Prasandi
Tribun Medan/Dedy Kurniawan
Dampak asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumut terus berdampak ke nelayan di Desa Jaring Halus, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Selasa (24/9/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Sebuah nama tempat atau wilayah di Sumatera Utara, tentunya memiliki kisahnya tersendiri.

Satu di antaranya Desa Jaring Halus, di Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat

Sejarawan Langkat, Datok Seri H. Zainal Arifin Aka, menceritakan dahulunya Desa Jaring Halus disebut sebuah Negeri Jaring Halus.

Nama Negeri Jaring Halus tentunya memiliki sebuah kisah yang panjang. Bahkan sangat berkaitan dengan penjajahan Inggris di Negeri Kedah, Malaysia. 

Baca juga: Pasien Sekarat yang Terlantar di Puskesmas Bakkara Meninggal Dunia

"Sekitar abad ke 18, terjadi peperangan yang dahsyat antara Inggris dengan masyarakat Kedah Malaysia, yang telah menjajah tanah semenanjung. Peperangan itu disebut perang larut. Jadi, dikalangan Laskar Melayu Kedah Malaysia dipimpin Panglima Sampi," ujarnya, Sabtu, (3/4/2021). 

Sambungnya menceritakan, dalam mengahadapi perperangan dengan penjajahan Inggris tentulah rakyat Kedah Malaysia kocar kacir belari untuk menyelamatkan diri.

Ada yang melarikan diri ke arah wilayah Indonesia. Seperti rombongan yang dipimpin Cek Abu Bakar bin Awang, yang berasal dari Kamoung Sungai Layar, tepatnya Sungai Patani Kedah Malaysia. 

Lanjutnya menjelaskan dengan penuh keberanian, Ecek Abu Bakar bin Awang menyelamatkan kekuarga dan rombongan dengan berlayar menggunakan kapal tongkang kayu tanpa bermesin.

Dampak asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumut terus berdampak ke nelayan di Desa Jaring Halus, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Selasa (24/9/2019).
Dampak asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumut terus berdampak ke nelayan di Desa Jaring Halus, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Selasa (24/9/2019). (Tribun Medan/Dedy Kurniawan)

Kapal tongkang yang digerakan oleh manusia dengan dayung. 

Baca juga: Sampuren Putih, Air Terjun di Tengah Hutan Sibolangit, Cocok untuk Lokasi Berkemah

"Cek Abu Bakar dalam pelayarannya tak ounya arah mau ke mana hendak dituju.

Tetapi, yang terpenting mereka ingin menyelamatkan diri dari jajahan Inggris," tuturnya. 

Kemudian, beberapa hari kemudian berlayar, rombongan tersebut sampai ke suatu pulau.

Yakni, pulau yang tak dikenal dengan nama Negeri Pulau Sembilan, Kecamatan Pangkalan Susu.

Namun, di saat itu Negeri Pulau Sembilan sudah berpenghuni, akhirnya rombongan tersebut melanjutkan pelayaran.

Menelusuri pantai, hingga sampai ke Berembang Tanjung Pura. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved