Angin Kencang Terpa Kawasan Toba, BMKG Sampaikan Peringatan Potensi Angin Puting Beliung

Kawasan yang dimaksud adalah Jalinsum yang menghubungkan Kabupaten Toba dan Kabupaten Tapanuli Utara.

Penulis: Maurits Pardosi |
Istimewa
Ilustrasi puting beliung 

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE – Masyarakat sekitar alami angin kencang di kawasan Toba sejak kemarin, Selasa (30/3/2021) malam hingga saat ini, Rabu (31/3/2021).

Hal ini membuat sejumlah warga merasa ketakutan akan terjadinya angina puting beliung.

Terkait potensi ini, pihak Badan Meteotologi, Klimatologi dan Geofisika Silangit menyampaikan bahwa adanya potensi angin puting beliung di kawasan Toba pada hari ini, Rabu (31/3/2021).

“Ada potensi untuk terjadi angin puting beliung dan diharapkan warga tetap waspada karna dapat menyebabkan pohon tumbang,” ujar Koordinator Observasi dan Informasi BMKG Silangit Suyitno Tejo Arianto saat dikonfirmasi Tribunmedan.id pada Rabu (31/3/2021).

Di seputaran Kota Balige, terlihat pepohonan besar diterpa angin kencang yang membuat sejumlah warga takut akan adanya pohon tumbang.

Seorang warga Bob Aritonang (31) yang ingin melintas di kawasan Toba kuatir akan pohon tumbang.

“Ini kan ada banyak pohon yang tumbuh di pinggiran jalan, khususnya Jalan Lintas Sumatera yang masih banyak ditumbuhi pohon pinus. Kita kuatir pohon itu bisa tumbang saat kita melintas. Mulai tadi malam, angin ini terasa, kencang sekali,” ujarnya saat berad di Kota Balige pada Rabu (31/3/2021).

Karena kuatir, ia memutuskan untuk tidak terlalu banyak melintas di arel yang pinggiran jalan ditumbuhi pohon pinus yang telah memiliki tinggi sekitar 10 meter lebih.

Kawasan yang dimaksud adalah Jalinsum yang menghubungkan Kabupaten Toba dan Kabupaten Tapanuli Utara.

“Kan, kalau kita lihat di sepanjang jalan di sini, banyak pohon pinus yang tinggi. Bahkan ada yang tingginya hingga puluhan meterlah. Itu kan berbahaya, jangankan tumbang, rantingnya aja kena ke kita, itu pun dah bisa makan korban,” sambungnya.

Terkait angin kencang yang terjadi di kawasan Toba, pihak BMKG memperkirakan akan terjadi selama dua hari mendatang.

“Dua hari ke depan diprediksikan akan ada potensi angin kecang yang disebabkan oleh shear. Pola shear ini yang menyebabkan peningkatan kecepatan angin dan ditambah dengan potensi angin gunung yang cukup tinggi di kawasan Danau Toba,” sambungnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa prakiraan cuaca pada hari ini. Pada pagi hingga siang hari, pihak BMKG memperkirakan cuaca berawan. Sementara pada siang hingga sore hari, cuaca pada umumnya diprakirakan berawan. 

“Namun potensi hujan ringan diprakirakan terjadi pada siang menjelang sore hari di sebagian besar wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan,” lanjutnya.

Pada sore hingga malam hari, BMKG perkirakan terjadinya hujan dengan intensitas ringan. Cuaca berawan diprakirakan terjadi pada sore menjelang malam hari di sebagian besar wilayah kabupaten Samosir

“Waspada terhadap potensi angina kencang yang diprakirakan terjadi di 5 kabupaten di daerah kawasan Danau Toba,” pungkasnya.

(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved