Paket Promo Jaring Wisatawan Lokal, Larangan Mudik Berpengaruh terhadap Bisnis Perhotelan

Kalau semakin banyak divaksin tenaga kerja dari hotel dan restoran otomatis tamu atau pun wisatawan merasa lebih nyaman

Editor: Eti Wahyuni
Kartika/ Tribun Medan
Pegawai Hotel Santika Premiere Dyandra Hotel saat menunjukkan salah satu kamar hotel dan beragam fasilitas yang ditawarkan, Jumat (12/3/2021). 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Larangan mudik Lebaran resmi diputuskan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy untuk seluruh lapisan mulai dari ASN hingga pegawai swasta. Aturan larangan mudik ini berlaku selama 12 hari, mulai 6-17 Mei 2021.

Tentunya, hal ini akan berpengaruh terhadap bisnis perhotelan lantaran dipastikan arus mudik akan sepi untuk tahun ini.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut, Denny S Wardhana mengungkapkan akan ada penurunan okupansi hotel namun PHRI juga tak punya pilihan lain selain mengikuti kebijakan.

"Ini pasti berpengaruh karena untuk tahun lalu saja kita okupansi hotel menurun. Tapi kan ini peraturan dari pusat, kita hanya mengikuti saja karena kondisi juga masih seperti ini karena kita tidak punya pilihan lain," ungkap Denny, Sabtu (27/3/2021).

Baca juga: Gimana Sih, Turis Asing Boleh Masuk Indonesia, Tapi Mudik Kok Dilarang, Begini Kata Luhut Pandjaitan

Dikatakannya, untuk tahun ini, PHRI Sumut juga belum menentukan target peningkatan okupansi lantaran belum ada kepastian untuk perkembangan bisnis perhotelan.

"Kita belum berani pasang target karena belum ada kepastian kebijakan. Kita terus memantau perkembangan setiap hari. Memang kita targetkan ada peningkatan untuk momen Lebaran walau tak setinggi Tahun Baru," ujarnya.

Untuk mengakali pelarangan ini, Denny menuturkan bahwa PHRI akan buat strategi untuk penarikan wisatawan lokal dengan menawarkan paket-paket promo.

"Kita mungkin akan menyasar warga lokal untuk mengisi target dengan menawarkan promo-promo menarik agar menarik masyarakat untuk menginap. Karena untuk keluar juga tidak bisa kan," tuturnya.

Target wisatawan lokal ternyata juga telah disasar oleh Santika Premiere Dyandra Hotel Medan dengan memberikan promo-promo menarik.

Public Relation Manager Hotel Santika Medan Herry Wahyudi mengungkapkan bahwa pelarangan mudik 2021 tentu akan memberikan pengaruh terhadap okupansi hotel yang biasanya selalu ramai mulai Ramadan hingga Lebaran.

"Pasti berdampak terhadap pengurangan okupansi karena jelang puasa cukup tinggi karena diisi dengan tamu-tamu dari luar kota. Tapi yang pasti kita tetap mendukung kebijakan pemerintah untuk memutus penyebaran," tutur Herry.

Terkait hal ini, Herry mengatakan, jika Santika Hotel telah mengeluarkan promo-promo menarik bagi warga Medan yang merayakan Lebaran di dalam kota.

"Kita berusaha untuk menggaet market lokal yang beberapa waktu belakangan tidak bisa ke luar kota. Belakangan kita juga sudah cukup optimal untuk memberikan promosi. Kita juga menetapkan target warga yang tak mudik dan merayakan di dalam kota. Market inilah yang ingin kita tarik daripada mereka di rumah, bisa juga libur di hotel," ucapnya.

Prioritas Vaksinasi
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut telah mendaftarkan 3.000 anggota pelaku wisata di Medan untuk menerima vaksinasi Covid-19. Namun, pelaksanaan vaksinasi kepada ribuan pelaku wisata tersebut belum dapat dipastikan kapan akan dilakukan.

Ketua PHRI Sumut, Denny S Wardhana mengatakan bahwa PHRI telah memberikan data vaksinasi dan saat ini menunggu jadwal vaksinasi.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved