TRIBUNWIKI
5 Makanan Khas Suku Karo Yang Unik dan Ekstrim
Terites biasanya dijumpai pada perayaan besar seperti kerja tahun ataupun pesta adat lainnya.
Cimpa Marah biasanya memiliki dua warna yakni putih dan coklat muda, cimpa berwarna putih didominasi rasa asin san gurih sementara yang berwarna coklat muda rasanya manis.
Baca juga: Skuat PSMS Masih 20 Pemain, Manajemen Sudah Berniat Coret Satu Pemain Lagi
3. Cipera
Merupakan makanan khas suku Karo yang diolah dari daging ayam kampung dan tepung jagung.
Meski kerap disajikan, saat pesta adat masyarakat Karo, namun kini makanan yang memiliki aroma yang khas ini dapat jumpai di beberapa rumah makan khas Karo di Berastagi dan Medan.
Cipera ini biasanya disantap dengan nasi hangat, rasa gurih cipera berasal dari tepung jagung serta bumbu lainnya seperti santan, buah asam cikala, kunyit, bawang, serai, cabai, kemiri, tomat dan lainnya.
Baca juga: Sandiaga Uno Akan Salat Berjamaah Bersama Wali Kota Medan di Masjid Lama Gang Bengkok
4. Gula Tualah
Cemilan lezat satu ini wajib kamu beli saat bertandang ke kota Berastagi.
Biasanya di hari Sabtu atau Minggu, ada saja pedagang yang menjajakan makanan ini di pajak Berastagi.
Gula Tualah yang dalam bahasa Indonesia adalah Gula Kelapa merupakan makanan tradisional Khas Karo yang memiliki rasa manis yang gurih.
Gula Tualah terbuat dari Campuran kelapa muda dan air nira manis.
Biasanya gula tualah dimasak secara tradisional yakni menggunakan tungku api ranting kayu.
Kemudiam dicetak dan didinginkan lalu di kemas menggunakan daun nira.
Dengan cita rasa yang manis dan legit.
Gula Tualah biasanya, diolah tanpa menggunakan pengawet dan pemanis buatan. Manis alaminya berasal dari rasa manis nira yang unik.
Harganya juga cukup terjangkau hanya dengan Rp 10 ribu saja kamu sudah bisa menyantap tiga keping Gula Tualah.
Baca juga: SOSOK Profil Francis Ngannou, Dulu Tukang Ojek, Kini Jadi Superstar UFC
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/terites.jpg)