Skuat PSMS Masih 20 Pemain, Manajemen Sudah Berniat Coret Satu Pemain Lagi
Secara total skuat PSMS Medan sudah terisi 20 pemain. Jumlah ini masih kurang satu pemain dari yang sudah dalam kesepakatan.
Laporan Wartawan Tribun Medan, Sofyan Akbar
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Secara total skuat PSMS Medan sudah terisi 20 pemain. Jumlah ini masih kurang satu pemain dari yang sudah dalam kesepakatan.
Meskipun belum penuh, manajemen sudah memberikan daftar nama skuat itu kepada pembina PSMS, Edy Rahmayadi.
Kendati demikian, Manajer PSMS, Mulyadi Simatupang mengungkapkan tetap melakukan perombakan pemain. Seperti halnya yang terjadi pada I Gusti Rustiawan yang didepak pelatih dari skuat.
Mulyadi pun masih menunggu konfirmasi dari Pelatih kepala, Ansyari Lubis untuk perubahan skuat.
"Namun di dalam perjalannya bisa bongkar pasang lagi, maksudnya bisa jadi ada penambahan dan ada pengurangan," kata pria yang akrab disapa Pak Mul ini, Sabtu (27/3/2021).
"Nanti kalau ada bongkar pasang kita laporkan bahwa di dalam perjalanan menurut pelatih masih kurang bagus dan yang datang ini sebagai penggantinya harus lebih bagus. Jadi seperti ibarat kita ganti ban mobil, kan gak mungkin kita ganti ban bekas. Pasti kita beli yang baru. Jadi kita cari yang lebih bagus. Kalau pemain itu ponten 6, misalnya, ya kita cari yang ponten 8," terangnya.
Mulyadi juga membeberkan bakal menambah enam pemain lagi. Kehadiran enam pemain ini tidak bisa dipungkiri bakal menggantikan pemain yang ada saat ini.
Saat disinggung siapa kandidat pemain yang bakal dicoret lagi, Mulyadi memastikan dari catatan ada satu pemain.
Ia menceritakan pada Jumat (26/3/2021) kemarin saat uji coba dengan MCL Smeck ada satu pemain yang menurut manajemen masih belum cocok untuk mengikuti ritme karakter klub berjuluk Ayam Kinantan.
"Kita tidak bisa mempublish siapa namanya. Kita sudah melapor ke pelatih untuk coba di cek lagi pemain tersebut apa dia sedang cedera atau tidak. Karena dari cara dia berlari kelihatan seperti tertahan. Jadi takutnya cedera dan jangan kita lanjutkan," ujarnya.
Mulyadi mengatakan bakal memburu pemain yang lebih berkualitas lagi. Manajemen juga tidak tanggung-tanggung memberitahu kepada pemain untuk bekerja keras. Karena, sudah ada daftar pemain yang mengantre.
"Jadi begitu pembicaraan kita antara manajemen dan para pemain sudah sepakat apabila ada pemain yang kurang mumpuni, bisa diganti dengan pemain yang lebih bagus lagi," ungkapnya.
Di lain sisi, pengurus PSMS Medan merupakan klub yang berani merekrut pemain dengan sitem pembayaran kontrak hingga Desember 2021.
Sikap ini juga menjadi perhatian klub lain. Bahkan, para pengurus klub sepak bola Tanah Air khususnya peserta Liga 2 menilai, PSMS Medan terlalu berani. Padahal, jadwal kompetisi Liga 2 masih belum pasti.
"Jadi kita sampai sekarang PSMS Medan yang paling berani mengikat pemain dan klub lain belum berani, maka dari itu kita bilang kita yang paling berani,"katanya.
Mulyadi mengaku tidak mengambil pusing penilaian klub luar yang menganggap PSMS tidak punya perhitungan. Kata Mulyadi, langkah ini sebagai bentuk keseriusan agar pemain punya satu kenyamanan dan kepastian.
"Intinya kita mengkontrak pemain agar pemain handal tidak lari ke klub lain," ujarnya.(akb/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/24032021_latihan_psms_danil_siregar-3.jpg)