Tak Mau Kehilangan Fasilitas, Wanita Ini Simpan Mayat Ibunya di Kulkas Selama 10 Tahun

Diduga karena tak mau kehilangan fasilitas, wanita ini melakukan hal yang tak terduga terhadap mayat ibunya.

Editor: Liska Rahayu
eva.vn/freepik
Yumi Yoshina menyimpan mayat ibunya di kulkas selama 10 tahun. 

TRIBUN-MEDAN.com – Diduga karena tak mau kehilangan fasilitas, wanita ini melakukan hal yang tak terduga terhadap mayat ibunya.

Setelah ia pindah dari rumah yang ditinggalinya, seorang petugas kebersihan menemukan hal yang mengerikan di lemari es rumah kosong itu.

Menurut Japan Times, pada 29 Januari 2021, seorang wanita berusia 48 tahun ditangkap oleh polisi dengan tuduhan menyembunyikan tubuh ibunya di lemari es sebuah apartemen tua di Tokyo, Jepang.

Karenanya, wanita di atas diidentifikasi sebagai Yumi Yoshino, 48 tahun.

Polisi mengatakan, bahwa 10 tahun yang lalu, pada tahun 2011, Yumi Yoshino kembali ke rumah dan menemukan ibu tuanya telah meninggal dunia.

Saat itu, umur sang ibu sekitar 60 tahun.

Namun seperti tidak memiliki akal sehat, bukannya mengubur tubuh ibunya, Yumi Yoshiko malah menyimpan tubuh ibunya di lemari es.

Baca juga: Max Sopacua Seret Nama Ibas Yudhoyono di Pusaran Kasus Korupsi Hambalang, Begini Respon Kubu AHY

Alasan Yumi Yoshino bertingkah seperti ini adalah karena dia takut diusir dari rumah.

Karena ibu barunyalah yang menandatangani kontrak sewa apartemen di komplek perumahan Tokyo.

Secara tak terduga, ia malah hidup damai bersama mayat ibunya yang dia simpan di kulkas selama 10 tahun lamanya sampai pertengahan Januari 2021 lalu.

Yoshino kemudian terpaksa meninggalkan apartemen karena berhutang uang sewa hingga Rp 198 juta.

Sekitar setengah bulan kemudian, pada akhir Januari 2021, seorang petugas kebersihan ditugaskan untuk membersihkan apartemen tersebut.

Baca juga: CATAT, Tilang Elektronik (e-Tilang) Diterapkan di Sumut Mulai April 2021, Ini Denda dan Hukumannya

Saat membuka lemari es, petugas kebersihan terkejut menemukan mayat tersembunyi di lemari es yang ditutupi lemari pakaian.

Segera setelah itu, petugas tersebut menghubungi polisi.

Dokter melakukan pemeriksaan forensik, tetapi tidak dapat menentukan waktu dan penyebab kematian wanita itu karena tubuhnya telah membeku.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved