Kisah Gadis Penderita Sindrom Marfan, Sempat Malu dan Alami Depresi, Lalu Temukan Cinta Sejatinya

Kisah sepasang kekasih yang memiliki perbedaan tinggi badan yang signifikan baru-baru ini membuat terenyuh hati banyak orang

Editor: Liska Rahayu
eva.vn
Vanessa dan kekasihnya Daniel yang memiliki perbedaan tinggi yang cukup sigfinikan. 

TRIBUN-MEDAN.com – Kisah sepasang kekasih yang memiliki perbedaan tinggi badan yang signifikan baru-baru ini membuat terenyuh hati banyak orang.

Kisah di mana seorang gadis memiliki kelainan pada tinggi badannya yang membuat dirinya depresi.

Namun ketika dia menemukan cinta sejatinya, ia kemudian lebih bahagia dan bisa mencintai dirinya sendiri.

Tetapi meski dia bahagia dengan kisah cintanya, ia tetap merasa malu karena masyarakat memberikan pandangan yang mencemooh padanya.

The girl 1m85 high loves a boy 1m67, only dares to go to the supermarket to buy things at night because she is afraid - 1

Sampai-sampai, hanya untuk belanja dengan kekasihnya, ia harus melakukannya di malam hari agar tidak ada yang melihat.

Cerita ini dialami oleh Vanessa Davis, 27 tahun, yang tinggal di Kota Leeds, Inggris. Ia telah didiagnosis dengan sindrom Marfan, kelainan genetik yang menyebabkan pertumbuhan abnormal dan anggota tubuh panjang yang tidak normal.

Di masa dewasa, Vanessa memiliki tinggi 185 cm, tinggi yang jarang dimiliki beberapa gadis.

Selain itu, lengan, jari tangan dan kaki Vanessa juga lebih panjang dari orang normal.

The girl 1m85 high loves a boy 1m67, only dares to go to the supermarket to buy things at night because she is afraid - 3

Vanessa didiagnosis dengan sindrom Marfan pada usia 4 tahun setelah ia ketahuan bahwa salah satu lensa matanya rusak.

Dia mengenang, “ketika saya tiba di rumah sakit, dokter menemukan bahwa lensa mata saya rusak. Jadi saya harus sering keluar masuk rumah sakit sejak itu.

“Ketika saya masih kecil, jantung saya berhenti berdetak dan ibu saya harus sembuh. Aku tidak tahu kenapa, aku tidak bisa membayangkan apa yang dialami ibuku.

“Aku berusaha untuk tidak membiarkannya mempengaruhi hidupku, tapi aku tidak bisa.”

Vanessa bercerita, banyak orang yang tidak tahu bahwa dia menderita sebuah kelainan, jadi mereka menyuruhnya untuk menjadi model.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved