Tokoh Riau Letjen Purn Syarwan Hamid Meninggal, Pernah Kembalikan Gelar Adat Melayu Gegara Jokowi

"Almarhum sementara ini rencananya dimakamkan di Bandung, dari informasi adik almarhum di Bandung,"ujar mantan Gubernur Riau Wan Abubakar

Editor: Tariden Turnip
TribunPekanbaru/Doddy Vladimir
Tokoh Riau Letjen Purn Syarwan Hamid Meninggal, Pernah Kembalikan Gelar Adat Melayu Gegara Jokowi . Letjen Purn Syarwan Hamid bersama beberapa tokoh dan Ormas serta pasukan Laskar Melayu Bersatu mendatangi Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM), Rabu, 19 Desember 2018) saat mengembalikan Gelar Adat. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Tokoh Riau Letjen Purn Syarwan Hamid Meninggal, Pernah Kembalikan Gelar Adat Gara-gara Jokowi 

Menteri Dalam Negeri era Presiden BJ Habibie, Letjen TNI Purn Syarwan Hamid meninggal dunia Kamis (25/3/2021) pukul 03.20 WIB.

Tokoh Riau ini meninggal dunia di Rumah Sakit Yudhistira Cimahi Jawa Barat.

Syarwan Hamid tutup usia pada umur 77 tahun.

Meninggalnya tokoh yang juga bergelar Datuk Sri Setia Lela Negara Panglima Besar Laskar Melayu Bersatu (LMB) ini dibenarkan oleh Kadep Humas dan Media LMB, Erfan Panca Putra.

"Ia betul (Syarwan Hamid meninggal). Kami juga sudah konfirmasi kabar ini, benar adanya," kata Erfan kepada Tribun, Kamis (25/3/2021) pagi.

Menurut informasi sementara dari pihak keluarga jenazah almarhum akan dimakamkan di Bandung, Jawa Barat (Jabar).

Hal ini dikatakan adik Almarhum Sudirwan Hamid, menurut keinginan keluarga, jenazah almarhum akan dimakamkan di Bandung Jawa Barat.

"Almarhum sementara ini rencananya dimakamkan di Bandung, dari informasi adik almarhum di Bandung,"ujar mantan Gubernur Riau Wan Abubakar kepada Tribunpekanbaru.com yang datang melayat ke Bandung, Kamis pagi.

Mantan Gubernur Riau Wan Abubakar yang Kamis pagi, sedang di Jakarta, langsung beranjak ke Cimahi untuk melayat jenazah almarhum Syarwan Hamid.

"Benar beliau sudah meninggal saya sedang dalam perjalanan untuk melayat ke Cimahi,"ujar Wan Abubakar saat dikonfirmasi tribunpekanbaru.com.

Dua hari sebelum meninggal, Datuk Panglima Harian Lembaga Laskar Melayu Bersatu (LMB), Ismail Amir menelpon Syarwan Hamid yang diberikan gelar oleh LMB sebagai Datuk Sri Setia Lela Negara Panglima Besar.

Syarwan Hamid juga melantik pengurus LMB tersebut tepat sebulan lalu, yakni 25 Februari 2021.

"Saya menelpon beliau dua hari lalu, Selasa (23/3/2021) sekitar jam dua siang. Saat itu beliau berada di rumah, Cimahi (Jawa Barat). Saya menanyakan apakah beliau bisa hadir untuk acara kami pada 25 Maret ini, yakni Rakerpim DPP dan DPD LMB Seriau-Kepri? Beliau jawab mohon maaf tidak bisa hadir," kata Ismail kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (25/3/2021) pagi.

Saat menghubungi Syarwan Hamid, Ismail yang juga mantan anggota DPRD Siak ini juga mengatakan dirinya memang sempat mendengar suara Syarwan naik turun, lalu ia sempat menanyakan kondisi Syarwan ketika itu.

"Ketika itu saya dengar memang nafas beliau naik turun. Saya tanyakan kondisi beliau, lalu beliau jawab Alhamdulillah, tapi yang namanya orangtua, beginilah saat ini, kata baliau. Memang beliau memilki riwayat jantung dan sudah beliau ceritakan sebelumnya," imbuhnya.

Ismail menyampaikan pihak Lembaga Laskar Melayu Bersatu sangat berduka atas wafatnya Syarwan Hamid.

"Kita kehilangan sosok yang gigih memperjuangkan Riau. Sampai akhir hayat beliau, beliau dedikasikan untuk Riau. Beliau juga salah satu tokoh yang saya lihat, yang mau perjuangkan hak masyarakat melayu hingga akhir hayatnya," tuturnya.

Letnan Jenderal Purn Syarwan Hamid, lahir di Dusun Pusaka, Siak, 10 November 1943.

Ia adalah salah satu tokoh militer dan politik Indonesia.

Ia pernah menjadi Menteri Dalam Negeri pada Kabinet Reformasi Pembangunan dan sebelumnya menjadi Wakil Ketua MPR hasil Pemilu 1997.

Ia juga dikenal sebagai tokoh gerakan Pelajar Islam Indonesia (PII) semasa mudanya dulu. Sebelum menjabat Mendagri, Syarwan pernah jabatan Kassospol ABRI.

Sebelum menjabat Mendagri, Syarwan pernah jabatan Kassospol ABRI.

Di eranya sebagai Menteri Dalam Negeri lahir UU Otonomi Daerah yang berdampak besar bagi kemajuan daerah-daerah di luar Pulau Jawa.

UU ini sekaligus mendobrak sentralistik pembangunan di Jawa pada masa Orde Baru.

Selain itu ia juga dikenal tegas berpendirian, terbukti Tokoh Adat Melayu Riau ini pernah mengembalikan gelar adatnya ke LAM Riau.

Syarwan Hamid menyandang gelar Datuk Lela Setia Negara, gelar itu dianugerahkan Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau atas jasa-jasa dan rasa bangga masyarakat adat Melayu Riau terhadap karir cemerlang beliau.

Majelis Penabalan Gelar Kehormatan Adat itu diberikan pada 26 November 2000.

Ia lantas mengembalikan gelar adat itu karena LAM memberi gelar adat Datuk Sri Setia Amanah Negara pada Presiden Joko Widodo, Desember 2018 silam.

Riwayat Jabatan Syarwan Hamid

Danyonif 320/Badak Putih (1980–1981)

Kasrem 063/Sunan Gunung Jati (1985–1986)

Kapendam III/Siliwangi (1986–1988)

Pardor Sarli Dispenad (1988–1989)

Aster Kasdam Jaya (1989–1990)

Danrem 011/Lilawangsa (1990–1992)

Kadispenad (1992–1993)

Kapuspen ABRI (1993–1995)

Assospol Kassospol ABRI (1995–1996)

Kassospol ABRI (1996–1997)

Wakil Ketua DPR/MPR RI (1997–1998)

Menteri Dalam Negeri (1998–1999)

Artikel ini dikompilasi dari Tribunpekanbaru.com dengan judul Jenazah Almarhum Syarwan Hamid akan Dimakamkan di Bandung, Ini Informasi dari Pihak Keluarga, Sosok Tegas Mantan Mendagri Syarwan Hamid, Berjasa Lahirkan UU Otda, Pernah Kembalikan Gelar Adat, Datuk Panglima Harian LMB Ismail Amir Ungkap Komunikasi Terakhir dengan Syarwan Hamid 2 Hari Lalu

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved