Kubah Lava Gunung Sinabung Sempat Runtuh Sebagian, Kini Tumbuh Lagi Melebihi Volume Sebelumnya
kubah lava yang berada di puncak Gunung Sinabung yang berada di Kabupaten Karo, sempat runtuh sebagian.
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Juang Naibaho
Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul
TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Pasca terjadinya awan panas guguran (APG) secara beruntun pada awal Maret lalu, kubah lava yang berada di puncak Gunung Sinabung yang berada di Kabupaten Karo, sempat runtuh sebagian.
Berdasarkan informasi yang didapat, kubah lava yang sebelumnya mencapai volume empat juta kubik itu sempat berkurang karena terbawa reruntuhan APG yang terjadi sebanyak belasan kali dalam satu hari tersebut.
Menurut keterangan dari petugas pengamat Gunung Sinabung Armen Putra, akibat aktivitas APG beruntun kemarin sedikitnya 500 kubik kubah lava terbawa guguran.
APG yang terjadi secara beruntun itu cukup jarak luncurnya, mencapai 5000 meter dari puncak gunung.
"Ya memang dari aktivitas APG besar kemarin, kita lihat secara visual ada sebagian kubah lava yang longsor. Prediksi kita, kubah lava yang terbawa APG mencapai 500 kubik," ujar Armen, Rabu (24/3/2021).
Kondisi terbaru dari kubah lava ini, Armen menjelaskan jika pihaknya melihat kubah lava sudah kembali tumbuh dan menutupi sisi yang sempat runtuh.
Bahkan, saat ini kondisinya sudah melebihi volume awal dengan artian sudah lebih dari empat juta kubik.
"Sekarang sudah tumbuh lagi, kalau kita lihat kemungkinan saat ini sudah lebih dari yang kemarin," katanya.
Diketahui, sejak terjadinya APG beruntun pada awal Maret lalu hingga saat ini terhitung belum memasuki satu bulan.
Dengan waktu yang cukup singkat ini, terhitung pertumbuhan kubah lava di puncak Sinabung lebih cepat dibanding sebelumnya.
"Dari sebelum APG kemarin, ini lebih cepat kubah lavanya tumbuh. Dari APG kemarin sampai selama belum mencapai satu bulan," ucapnya.
Armen menjelaskan, sampai saat ini pihaknya melihat jika aktivitas vulkanik yang menyebabkan tumbuhnya kubah lava masih cukup tinggi.
Hal ini diikuti dengan masih tingginya aktivitas guguran dari kubah lava itu sendiri.
"Ya itu memang berkaitan, kalau banyak pasokan magma dari dalam gunung, pastinya gugurannya juga semakin tinggi," katanya.
Lebih lanjut, dirinya mengatakan untuk pasokan magma dari dalam gunung ada sebagian yang langsung meluncur dari puncak gunung, dan ada juga yang mengendap menjadi kubah lava. Sehingga, volume kubah lava sampai saat ini masih terus membesar.
(cr4/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/visual-kubah-lava-gunung-sinabung.jpg)