TRIBUNWIKI

Produksi Madu dari Sentra Budidaya Lebah Flora Nauli Siantar,Bisa Hasilkan 300 Kg Madu dalam Sebulan

Hasanuddin menambahkan, dalam sebulan dari beberapa lokasi penangkaran mereka bisa memanen sekitar 300 kilogram madu.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/ ALIJA
Madu-madu tersebut dipasarkan hingga keluar daerah seperti Jakarta, bahkan ke luar negeri. 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR- Madu merupakan cairan alamiah yang diproduksi oleh lebah dari aktivitas mengambil nektar bunga.

Khasiat dari cairan manis  yang satu ini dipercaya menyembuhkan beragam masalah kesehatan.

Banyak tempat yang saat ini menawarkan lebah madu asli, salah satunya di peternakan lebah madu Flora Nauli yang berada di Jalan Setia Negara I, Kelurahan Setia Negara, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Pematangsiantar.

Peternakan lebah madu yang telah ada sejak tahun 1993 ini membudidayakan lebah Apis cerana yang sering disebut  lebah penyengat, dan beberaoa species  lebah tanpa sengat/ stingles bee.

"Lebah tanpa sengat/stingles bee, spesiesnya lbanyak sekali, namun yang dibudidayakan dilokasi budidaya  Flora Nauli  adalah Geniotrigona toracicaa, Heterotrigona itama, dan lain-lain," ujar Pembudidaya, Hasanudin, Sabtu (20/3/2021)

Hasanuddin (baju putih) bersama para pembudidaya lebah madu saat memanen madu
Hasanuddin (baju putih) bersama para pembudidaya lebah madu saat memanen madu (TRIBUN MEDAN/ALIJA)

Hasanuddin membagi lokasi produksi madu lebah; lebah penyengat ditempatkan beberapa stup di halaman belakang rumah, untuk memproduksi madu.

Sementara lebah tanpa sengat di letak di pekarangan rumah. 

Hasanudin mengatakan madu yang dihasilkan lebah hasil budidayanya bersumber dari aktivitas lebah mengambil nektar bunga yang ada di sekitar Kecamatan Siantar Sitalasari.

Ia mengaku bersyukur, seiring masih asrinya alam, lebah bisa beraktivitas dan menghasilkan madu.

Baca juga: Atta Blak-blakkan Sebut Aurel Ngebet Pengin Punya Anak Kembar, Atta: Malam Pertama Langsung Jos

Kini usaha Hasanudin mampu memproduksi 300 kilogram madu dari 14 spesies lebah yang dibudidayakannya.

Ia mengaku ia kerap menerima kunjungan dari berbagai perguruan tinggi, sekolah, dan organisasi yang ingin melakukan penelitian dan belajar membudidayakan lebah.

“Saya lebih dulu membina SDM-nya. Lalu bibit lebah-nya. Bibit lebah bisa kita cari di alam,” katanya.

Menurut Hasanudin, untuk kali pertama madu bisa dipanen setelah sekitar tiga bulan. Selanjutnya, panen bisa dilakukan setiap bulan.

Untuk memanen madu, Hasanudin menggunakan alat panen yang ia rakit sendiri. 

"Teknik memanen juga beda. Madu dari sarang lebah penyengat dipanen menggunakan alat berbentuk tangki yang diputar agar cairan madu keluar. Madu dari sarang lebah tanpa sengat disedot pakai mesin," katanya.

Sarang madu dari lebah yang dikelola Hasanuddin
Sarang madu dari lebah yang dikelola Hasanuddin (TRIBUN MEDAN/ALIJA)
Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved