Julius Raja Sebut Kebijakan Dini Kontak Belasan Pemain karena Ada Instruksi Pembina PSMS Medan

Manajemen PSMS Medan memutuskan untuk lebih dini melakukan kontrak pemain, meskipun sampai saat ini belum ada kepastian liga bergulir.

Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Sejumlah pemain PSMS Medan saat mengikuti latihan di Stadion Kebun Bunga, Medan, Rabu (17/3/2021). Skuat PSMS Medan terus melakukan latihan rutin untuk menjaga kondisi stamina pemain dalam persiapan jelang bergulirnya Liga 2. 

Karena,, pihaknya cuma memberikan dana transportasi kepada pemain.

"Kalau Juni jalan, syukur. Sekarang sepakbola kita ini panggung politik. Manajemen PSMS Medan sudah mau jalan dan memikirkan nasib para pemain, pelatih, dan official, tapi malah diganggu sama IDI, IPW dan ICW,” ujarnya.

Baca juga: Penjelasan Satpol PP Medan Terkait Video Viral Dobrak Rumah Bos Kardopa Grup, Sebut Tertibkan Prokes

Baca juga: VIRAL Driver Ojol Iwan Nainggolan Tewas Bersimbah Darah di Binjai, Ini Penjelasan Polisi

Kemungkinan mereka karena tidak mendapat bagi-bagi kue makanya meributi," imbuhnya.

Lebih lanjut, Julius Raja menuturkan, nasib pemain dan pelatih serta official untuk menyambung hidup di masa pandemi seperti sekarang ini perlu diperhatikan.

"Jadi jangan kita di sepakbola membuat sensasi yang berlebihan karena tidak senang sama seseorang. Jadi ya korban pelatih dan pemain serta orang-orang yang menggantungkan hidupnya di dunia sepakbola," ungkapnya.

King menyatakan bahwa dalam kompetisi liga ini nantinya pihaknya akan melakukan tanpa penonton tapi tetap saja tidak diberikan izin.

"Kita lihatlah, semua sepakbola di luar negeri berjalan, di Indonesia yang tidak. Kecuali kalau di luar negeri tidak jalan sepakbolanya dan kita jalan, itu yang harus dipertanyakan. Tapi ini nyatanya, cuma Indonesia yang tidak jalan sepakbolanya karena pandemi," kata King.

King mencontohkan, kompetisi sepak bola Malaysia dan Vietnam terus berjalan. "Kita lihat Liga Champions sudah masuk 8 besar. Kok sepertinya di sini kita seperti jeruk makan jeruk," ujarnya.

Akibatnya, aku King, kasihan keluarga pemain sepakbola yang menggantungkan hidupnya dari sepakbola.

"Ini yang kami lakukan pun banyak yang tidak senang. Kalau mau menyalahkan seseorang gampang. Tapi kalau koar koar banyak. Malah yang berkoar ini pula yang didengarkan. Kita sudah capek, kasihan Pak Edy, Pak Kodrat, Pak Mulyadi dan saya sendiri," pungkasnya.

(akb/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved