PSMS Medan

Adhyaksa FC Banten Gagal Bawa Poin Penuh di Medan, Peluang Lolos Langsung ke Liga 1 Tertunda

Pelatih Adhyaksa FC Banten, Ade Suhendra merasa kecewa lantaran gagal meraih poin penuh di kandang PSMS Medan.

TRIBUN MEDAN/M Daniel Effendi Siregar
PSMS MEDAN VS ADHYAKSA - Pesepakbola PSMS Medan saling berebut bola dengan pesepakbola Adhyaksa FC pada lanjutan pertandingan Pegadaian Championship Musim 2025/2026, di Stadion Utama Sumatra Utara, Deliserdang, Sabtu (25/4/2026). Hasil akhir, PSMS Medan bermain imbang dengan Adhyaksa FC dengan skor 1-1. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pelatih Adhyaksa FC Banten, Ade Suhendra merasa kecewa lantaran gagal meraih poin penuh di kandang PSMS Medan dalam lanjutan Pegadaian Championship musim 2025/2026. Berlangsung di Stadion Utama Sumatera Utara, Sabtu (25/4/2026), PSMS Medan tahan imbang 1-1 Adhyaksa FC Banten. 

Pasalnya, Adhyaksa FC Banten datang ke kota Medan dengan target jelas, yakni kemenangan. 

"Hasilnya pasti kita kecewa, tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Kita datang ke sini untuk tiga poin, tapi di pertandingan tadi kita hanya mendapatkan satu poin," ujar Ade usai laga. 

Kekecewaan Ade Suhendra itu semakin kompleks, setelah hasil imbang ini memengaruhi persaingan dipapan atas klasemen Grup A kasta kedua Liga Indonesia tersebut. 

Hasil imbang ini memperkecil peluang Adhyaksa FC untuk meraih satu tiket promosi langsung ke Super League musim depan. 

Pasalnya, Adhyaksa FC Banten kini berada di peringkat kedua mengoleksi 48 poin hasil 13 kemenangan, sembilan imbang dan empat kekalahan. Sementara pemuncak klasemen kini dihuni, Garudayaksa FC dengan 49 poin hasil 13 kemenangan, 10 imbang, dan tiga kekalahan.

Meskipun menyisakan satu laga, peluang untuk merebut puncak klasemen semakin kecil. Artinya Adhyaksa FC Banten harus memenangkan laga terakhir kontra Sriwijaya FC. Selain itu mereka juga berharap Garudayaksa FC gagal meraih kemenangan di pertandingan terakhir babak grup musim ini. 

"Kita berharap bisa tiga poin, supaya kita bisa berada di peringkat satu (klasemen). Tapi masih ada pertandingan berikutnya menghadapi Sriwijaya. Jadi di pertandingan terakhir kalau memang kita tidak jadi peringkat satu, ya berada di posisi play off," katanya. 

Sementara itu, pemain Rafiangga juga meluapkan kekecewaannya. Ia mengatakan bahwa timnya gagal memanfaatkan keunggulan pemain, setelah PSMS Medsn bermain 10 pemain. 

"Inilah sepak bola kami sudah berjuang dan sempat unggul jumlah pemain, tapi akhirnya kami dapat kartu merah. Kita sudah berusaha semua, jadi mungkin kedepannya kami akan evaluasi dan manfaatkan pertandingan terakhir," pungkasnya. 

 

(cr29/tribun-medan.com)

 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved