PSMS Medan
Adhyaksa FC Banten Gagal Bawa Poin Penuh di Medan, Peluang Lolos Langsung ke Liga 1 Tertunda
Pelatih Adhyaksa FC Banten, Ade Suhendra merasa kecewa lantaran gagal meraih poin penuh di kandang PSMS Medan.
Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pelatih Adhyaksa FC Banten, Ade Suhendra merasa kecewa lantaran gagal meraih poin penuh di kandang PSMS Medan dalam lanjutan Pegadaian Championship musim 2025/2026. Berlangsung di Stadion Utama Sumatera Utara, Sabtu (25/4/2026), PSMS Medan tahan imbang 1-1 Adhyaksa FC Banten.
Pasalnya, Adhyaksa FC Banten datang ke kota Medan dengan target jelas, yakni kemenangan.
"Hasilnya pasti kita kecewa, tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Kita datang ke sini untuk tiga poin, tapi di pertandingan tadi kita hanya mendapatkan satu poin," ujar Ade usai laga.
Kekecewaan Ade Suhendra itu semakin kompleks, setelah hasil imbang ini memengaruhi persaingan dipapan atas klasemen Grup A kasta kedua Liga Indonesia tersebut.
Hasil imbang ini memperkecil peluang Adhyaksa FC untuk meraih satu tiket promosi langsung ke Super League musim depan.
Pasalnya, Adhyaksa FC Banten kini berada di peringkat kedua mengoleksi 48 poin hasil 13 kemenangan, sembilan imbang dan empat kekalahan. Sementara pemuncak klasemen kini dihuni, Garudayaksa FC dengan 49 poin hasil 13 kemenangan, 10 imbang, dan tiga kekalahan.
Meskipun menyisakan satu laga, peluang untuk merebut puncak klasemen semakin kecil. Artinya Adhyaksa FC Banten harus memenangkan laga terakhir kontra Sriwijaya FC. Selain itu mereka juga berharap Garudayaksa FC gagal meraih kemenangan di pertandingan terakhir babak grup musim ini.
"Kita berharap bisa tiga poin, supaya kita bisa berada di peringkat satu (klasemen). Tapi masih ada pertandingan berikutnya menghadapi Sriwijaya. Jadi di pertandingan terakhir kalau memang kita tidak jadi peringkat satu, ya berada di posisi play off," katanya.
Sementara itu, pemain Rafiangga juga meluapkan kekecewaannya. Ia mengatakan bahwa timnya gagal memanfaatkan keunggulan pemain, setelah PSMS Medsn bermain 10 pemain.
"Inilah sepak bola kami sudah berjuang dan sempat unggul jumlah pemain, tapi akhirnya kami dapat kartu merah. Kita sudah berusaha semua, jadi mungkin kedepannya kami akan evaluasi dan manfaatkan pertandingan terakhir," pungkasnya.
(cr29/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Keluar dari Zona Degradasi, PSMS Penentuan Nasib Adhyaksa Promosi ke Liga 1 |
|
|---|
| PSMS Medan U-19 Kalah 1-2 dari Persipura U-19, Peluang Lolos Fase Grup Kandas |
|
|---|
| Pemain PSMS Medan dalam Kondisi Prima Jelang Lawan Adhyaksa FC |
|
|---|
| Debut Aji Riduan di PSMS U-19 Langsung Hadapi Persipura U-19, Targetkan Kemenangan |
|
|---|
| Kas Hartadi Mundur dari PSMS Medan U-19 ke PSIS Semarang, Begini Kata Fendi Jonathan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/PSMS-Medan-vs-Adhyaksa-FC_Lanjutan-Liga-Pegadaian-April-2026_.jpg)