TRIBUNWIKI

Mardoton, Festival Unik Era Kebangkitan 'Pandaram' di Danau Toba Secara Kearifan Lokal

Melihat keresahaan ini, segenap Komunitas Anak Tao (Komunitas Pemuda Krearif Toba) berberinisiatif mengembalikan kejayaan "Pandaram" masa lalu.

Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKARA
Nelayan Tradisional Danau Toba sedang memasang jaring atau doton di Danau Toba. 

Membuat sesajian dari tepung beras untuk media doa kepada Tuhan Sang Pencipta melalui Namboru Saneang Naga Laut.

Saneang Naga Laut, menurut orang Batak sebagai dewi air yang diwakilkan perwakilan Tuhan sebagai pemberi berkat yang berkuasa di Air.

"Manduda nitak asa horas-horas mamakke, jala dapot-dapotan mabbuat dekke. Jala dipangido i tu Par Aek Silio-tio. Ima na di dok Namboru Saneang Naga Laut (Menyajikan itak, sebagai media doa agar kita sehat-sehat dalam memakai solu dan mendapatkan ikan yang banyak dari Danau Toba,"sebut Oppu Disnan Sigiro.

Itak ini yang dipakai, khusus untuk ritual yang berhubungan dengan Danau Toba kata Oppu Disnan, adalah itak Gabur-gabur.

Tujuannya, kata Oppu Disnan agar seperti pilosofhy itak tersebut, Pandaram bisa memperoleh kemakmuran.

(Jun-tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved