Kesehatan

DIABETES Tanda Awal Sering Buang Air Kecil, Kesemutan Mati Rasa| Gejala Diabetes tanpa Disadari

Gejala Diabetes kadang tanpa disadari. Waspada jika gejalanya muncul, seperti buang air kecil atau sering haus

Editor: Salomo Tarigan
istock/grid
DIABETES Tanda Awal Sering Buang Air Kecil. Foto ilustrasi 

TRIBUN-MEDAN.com - Gejala Diabetes kadang tanpa disadari. Waspada jika gejalanya muncul, seperti buang air kecil atau sering haus.

Sebaiknya cek gula darah Anda, periksa ke dokter.

Tubuh kita memiliki sejumlah gula alami dan juga membutuhkan gula untuk memberi energi.

Tetapi ketika kadar gula melewati tingkat tertentu, itu menghasilkan hiperglikemia, yang biasa disebut gula darah tinggi.

Baca juga: ALASAN Pasha Ungu Gaet Lesty Kejora Rilis Album Bismillah Cinta, Pasha Bocorkan 8 Lagu Baru

Baca juga: BABAK BARU Andi Mallarangeng Diancam Dipolisikan Demokrat Kubu Moeldoko, Alasan Razman Arif Nasution

Gula darah tinggi dapat merusak organ dan menyebabkan banyak masalah kesehatan lainnya.

Alasan utama di balik diabetes karena tidak diketahui dan seseorang harus berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui cara terbaik mengelola diabetes.

Makan lebih sedikit dan sering, berolahraga, serta mempertahankan gaya hidup sehat adalah hal penting.

Baca juga: Ayu Ting Ting Beberkan Calon Pendamping Idamannya, Ingin Pria yang Bisa Jadi Ayah untuk Bilqis

Baca juga: ALASAN Cita Citata Ogah Dipanggil KPK, Namanya Disebut Terima 150 Juta di Sidang Suap Kemensos

Ilustrasi minum
Ilustrasi minum (diyhealthremedy.com)

Diabetes adalah salah satu Penyakit Tidak Menular (PTM) yang harus diwaspadai.

Laman Healthline menjelaskan, diabetes adalah kondisi medis kronis di mana kadar gula atau glukosa menumpuk di aliran darah.

Hormon Insulin membantu memindahkan glukosa dari darah ke sel-sel tubuh, sehingga glukosa dapat digunakan sebagai energi.

Namun, pada diabetes tipe 2, sel tubuh tidak dapat merespons insulin sebagaimana mestinya.

Bahkan, pada tahap selanjutnya dari penyakit ini, tubuh juga mungkin tidak bisa menghasilkan cukup insulin.

Diabetes tipe 2 hanya menimbulkan masalah bila kadar gula darah tidak terkendali.

Diabetes tipe 2 yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kadar glukosa darah tinggi secara kronis, sehingga memicu munculnya beberapa gejala yang berpotensi menyebabkan komplikasi kesehatan serius.

Menurut Medical News Today, timbulnya diabetes tipe 2 bisa secara bertahap dan gejalanya bisa ringan di tahap awal.  

Meski begitu, karena gejala awalnya sering kali hanya gejala ringan, banyak orang mungkin tidak menyadarinya dan membiarkan kondisi tersebut berkembang.

Semakin segera kita mengenali gejala dan melakukan perawatan serta melakukan perubahan gaya hidup, maka risiko komplikasi juga akan semakin rendah.

Beberapa gejala diabetes tipe 2 yang dapat dikenali sejak awal, di antaranya:

1. Sering buang air kecil

Ketika kadar gula darah tinggi, ginjal kita akan mencoba membuang kelebihan gula dengan menyaringnya keluar dari darah.

Proses ini bisa menyebabkan seseorang buang air kecil lebih sering, terutama di malam hari.

2. Meningkatnya rasa haus

Buang air kecil diperlukan untuk menghilangkan kelebihan gula dalam darah.

Namun, sering buang air kecil dapat menyebabkan tubuh kehilangan air tambahan.

Jika kondisi itu sering terjadi, maka seseorang akan mengalami dehidrasi sehingga merasa lebih haus dari biasanya.

3. Selalu lapar

Sistem pencernaan kita bekerja dengan memecah makanan menjadi gula sederhana yang disebut glukosa.

Glukosa digunakan tubuh sebagai bahan bakar saat beraktivitas. Pada penderita diabetes, glukosa tidak bergerak seperti seharusnya dari aliran darah ke sel-sel tubuh.

Akibatnya, para penderita diabetes tipe 2 sering merasa lapar, bahkan meskipun baru saja mendapat asupan makanan.

4. Merasa sangat kelelahan

Diabetes tipe 2 bisa berdampak pada tingkat energi seseorang, yang menyebabkan orang tersebut sering merasa sangat kelelahan.

Kelelahan berlebih ini terjadi akibat kurangnya gula yang berpindah dari aliran darah ke sel-sel tubuh.

5. Penglihatan kabur

Kelebihan gula dalam darah dapat merusak pembuluh darah kecil di amta kita, yang dapat menyebabkan pengelihatan menjadi kabur.

Pengelihatan kabur ini bisa terjadi hanya pada salah satu mata saja atau bisa kedua mata, serta bisa hilang dan timbul.

Jika kondisi ini dibiarkan tidak terobati, maka kerusakan pada pembuluh darah bisa menjadi lebih parah, termasuk kemungkinan terjadinya kehilangan pengelihatan permanen.

6. Luka susah sembuh

Kadar gula darah yang tinggi dalam darah dapat merusak saraf dan pembuluh darah, yang pada akhirnya dapat mengganggu sirkulasi darah.

Akibatnya, bahkan goresan atau luka kecil sekalipun mungkin butuh waktu hingga berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk sembuh.

Padahal, penyembuhan luka yang lambat dapat meningkatkan risiko infeksi.

Baca juga: CEK SEKARANG www.prakerja.go.id Apakah Anda Lolos atau Tidak Setelah Daftar Kartu Prakerja

7. Kesemutan atau mati rasa di tangan atau kaki

Kadar gula darah yang tinggi dapat memengaruhi sirkulasi darah dan merusak saraf tubuh.

Pada penderita diabetes tipe 2, kondisi ini dapat menyebabkan nyeri, sensasi kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kaki.

Kondisi ini dikenal dengan neuropati dan dapat semakin parah seiring berjalannya waktu, hingga menyebabkan komplikasi serius jika dibiarkan tak terobati.

8. Bercak kulit gelap

Bercak kulit gelap ini dapat terbentuk di lipatan leher, ketiak atau selangkangan.

Kondisi ini dikenal sebagai acanthosis nigricans, yang sensasinya mungkin terasa lembut dan bertekstur seperti beludru.

9. Gatal dan infeksi jamur

Kelebihan gula dalam darah dan urin sama dengan memberi makan untuk jamur, yang pada akhirnya dapat menyebabkan infeksi.

Infeksi jamur cenderung terjadi pada area kulit yang hangat dan lembap, seperti mulut, area intim dan ketiak.

Area yang terdampak biasanya akan terasa gatal, mungkin juga disertai dengan sensasi terbakar, kemerahan dan nyeri.

Komplikasi

Mampu mengenali gejala awal diabetes tipe 2 dapat membuat kita mencari penanganan segera, mendapatkan perawatan yang tepat, hingga melakukan perubahan gaya hidup, yang dapat mencegah risiko komplikasi.

Tanpa perawatan, kadar gula darah yang terus-menerus tinggi juga dapat menyebabkan komplikasi yang parah dan dapat mengancam jiwa, seperti:

Penyakit jantung.

Stroke.

Kerusakan saraf atau neuropati.

Masalah kaki.

Penyakit ginjal, yang dapat menyebabkan seseorang butuh cuci darah.

Penyakit mata atau kehilangan pengelihatan.

Masalah seksual pada pria dan wanita.

Diabetes yang tidak terobati juga dapat menyebabkan sindrom hiperglikemik nonketotik hiperosmolar (HHNS), yang menyebabkan peningkatan kadar gula darah parah dan terjadi terus-menerus.

Komplikasi mendadak ini cenderung dialami oleh kelompok orang tua.

Pada akhirnya, menjaga kadar gula darah tetap terkendali sangat penting untuk mencegah beberapa komplikasi.

Semakin lama kadar gula darah tidak terkontrol, semakin tinggi pula risiko timbulnya masalah kesehatan lainnya.

Membekali diri dengan informasi tentang cara mencegah diabetes lewat gaya hidup sehari-hari juga sangat membantu dalam menurunkan risiko terkena penyakit ini.

(*

Baca juga: ASAM URAT - Penyebab Asam Urat, Faktor Risko dan Pantangan Makanan Wajib Anda Ketahui

Baca juga: BABAK BARU Andi Mallarangeng Diancam Dipolisikan Demokrat Kubu Moeldoko, Alasan Razman Arif Nasution

intisarigrid.id

DIABETES Tanda Awal Sering Buang Air Kecil, Kesemutan Mati Rasa| Gejala Diabetes tanpa Disadari

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved