Tribun travel
Museum Perjuangan Pers, Simpan Ratusan Arsip Koran dan Tokoh Pejuang Zaman Kemerdekaan
Museum Perjuangan Pers ini didirikan oleh wartawan sekaligus Veteran, Muhammad Tok Wan Haria (TWH).
"Saya berangkatkan dua teman saya wartawan senior Ali Sukardi dan Chaidir Zailani ke Jakarta untuk mencari arsip koran di pusat Informasi di Jakarta. Mereka bawa kemari dan difotokopi berbagai macam surat kabar waktu zaman Belanda yang kita kumpulkan di museum ini," jelasnya.
Memiliki koleksi yang begitu lengkap, Museum Perjuangan Pers ternyata sempat dilirik oleh Museum Nasional dari berbagai daerah untuk diminta koleksinya.
"Disini saya kumpulkan buku dan lukisan dari para pejuang nasional dan pers. Sempat juga ada dari museum Jakarta meminta koleksi untuk dibawa, saya tak kasih karena ini untuk generasi mendatang. Mereka berminat untuk meminta foto-foto tempo dulu yang juga foto wartawan awal kemerdekaan," tuturnya.
Menariknya, pengunjung tidak dipungut biaya untuk masuk ke dalam museum dengan jam operasional Senin-Minggu mulai pukul 10.00-17.00 WIB.
TWH menegaskan bahwa hasil koleksinya ini tak ingin dikomersilkan namun menjadi ladang ilmu kepada masyarakat yang tertarik untuk mengetahui perjuangan pada zaman kemerdekaan.
"Tidak ada dipungut biaya, ini gratis kepada masyarakat yang ingin datang. Yang kita koleksi ini semoga berguna untuk masyarakat untuk mencari ilmu," ucapnya.(cr13/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/museum-pers-juang.jpg)