Tempat Wisata di Sumut
Miliki Daya Tarik Alami, Air Terjun Ponot Tetap Menarik Minat Wisatawan
Air Terjun Ponot terletak di Desa Tangga, Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan.
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN– Air Terjun Ponot yang berada di perbatasan Kabupaten Asahan dan kawasan Toba terus menarik minat wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam Sumatera Utara.
Dengan ketinggian sekitar 250 meter, air terjun ini dikenal sebagai salah satu yang tertinggi di Indonesia dan menawarkan panorama alam yang masih terjaga keasriannya.
Air Terjun Ponot terletak di Desa Tangga, Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan.
Kawasan ini dikelilingi perbukitan hijau dengan udara sejuk, sehingga menjadi destinasi favorit bagi wisatawan yang ingin melepas penat dari aktivitas sehari-hari.
Akses menuju lokasi relatif mudah ditempuh menggunakan kendaraan pribadi melalui jalur Medan–Tebing Tinggi–Kisaran, kemudian dilanjutkan ke Aek Songsongan.
Aliran Air Terjun Ponot berasal dari Sungai Asahan yang berhulu dari Danau Toba. Debit airnya mengalir deras sepanjang tahun dan membentuk beberapa tingkatan sebelum jatuh ke dasar lembah.
Batu-batu besar di sekitar aliran air terjun menambah kesan alami sekaligus menjadi spot favorit pengunjung untuk bersantai dan berfoto.
Sejumlah aktivitas dapat dilakukan wisatawan di kawasan ini, mulai dari menikmati panorama, bermain air di bagian hilir yang relatif aman, hingga mendaki ke area yang lebih tinggi untuk melihat air terjun dari sudut pandang berbeda.
Meski fasilitas masih terbatas, seperti area parkir, toilet, musala, dan warung sederhana, kondisi tersebut tidak mengurangi minat wisatawan untuk berkunjung.
Salah seorang pengunjung, Ahesta (37), mengaku sengaja datang bersama teman-temannya untuk menikmati suasana alam Air Terjun Ponot. Ia menilai kawasan ini masih alami dan cocok untuk wisata bersama sahabat.
“Tempatnya masih sangat alami, udaranya sejuk, dan airnya jernih. Cocok untuk datang ramai-ramai bareng teman, sekadar melepas penat dari rutinitas,” ujar Ahesta saat ditemui di lokasi, Minggu.
Menurutnya, meski fasilitas belum lengkap, keindahan alam yang ditawarkan Air Terjun Ponot menjadi daya tarik utama. Ia juga berharap pengelolaan ke depan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
“Justru karena masih sederhana, suasananya terasa tenang. Semoga ke depannya tetap dijaga kebersihannya dan tidak dirusak,” katanya.
Selain panorama alam, Air Terjun Ponot juga dikenal memiliki cerita rakyat yang berkembang di tengah masyarakat.
Konon, lokasi ini dipercaya sebagai tempat mandi para bidadari pada masa lampau, sebuah kisah yang hingga kini masih diceritakan secara turun-temurun oleh warga setempat.
Pengelola dan masyarakat sekitar mengimbau pengunjung untuk tetap berhati-hati, terutama saat debit air meningkat pada musim hujan, serta menjaga kebersihan kawasan wisata.
(cr26/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Healing di Ketinggian Samosir, Nikmati Panorama Danau Toba dari Anara Villa |
|
|---|
| Pemandian Alam Lae Kumennir, Cocok Jadi Lokasi Berlibur Bersama Teman dan Keluarga |
|
|---|
| Air Terjun Lau Bengaru, Pesona Tersembunyi di Langkat |
|
|---|
| Pantai Parparean Alami Kondisi Pasang, Banyak Wisatawan ‘Putar Balik’ |
|
|---|
| Sensasi Menginap di Hotel Balige Beach, Bisa Nikmati Pesona Indah Danau Toba dari Balkon Kamar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/DESTINASI-WISATA-Air-Terjun-Ponot-di-Kabupaten-Asahan.jpg)